BKOT UBSI Kampus Kaliabang Jadi Ruang Orang Tua Tumbuhkan Visi Masa Depan Mahasiswa
BSINews, Bekasi – Pendidikan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Di balik proses belajar mahasiswa, ada dukungan keluarga dan komunikasi antara kampus dengan orang tua yang turut berperan dalam membentuk perjalanan pendidikan. Semangat tersebut hadir dalam kegiatan Bincang Kampus Bersama Orang Tua (BKOT) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang yang berlangsung di Ruang Jayawijaya, Ballroom Wisma BSI, Bekasi pada Sabtu (22/8).
Mengusung semangat “Grow with Vision”, BKOT ini menjadi ruang bagi UBSI untuk memperkenalkan proses pendidikan kepada orang tua sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara kampus, mahasiswa, dan keluarga. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas kegiatan akademik, tetapi juga memperlihatkan berbagai kesempatan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berkembang selama menjalani masa kuliah.
Baca juga: BKOT UBSI Kampus Cengkareng 2026 Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua Mahasiswa
BKOT ini diawali dengan sambutan sekaligus pemaparan bidang akademik oleh Kepala Kampus UBSI Kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani. Ia menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan proses perkuliahan di UBSI, mulai dari kegiatan akademik dan pembelajaran hingga hal-hal yang perlu diketahui orang tua dalam mendampingi putra-putrinya selama menempuh pendidikan tinggi.
Menurut Tabrani, memasuki perguruan tinggi bukan berarti peran orang tua dalam perjalanan pendidikan anak berhenti. Komunikasi yang terjalin antara kampus dan keluarga justru dapat membantu mahasiswa menjalani proses pendidikan dengan lebih terarah.
Salah satu fasilitas yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah MyUBSI Parent, sarana yang memungkinkan orang tua turut memperoleh informasi mengenai perkembangan perkuliahan mahasiswa. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih mudah antara kampus dan keluarga.
“Kami ingin orang tua tidak merasa kehilangan informasi ketika putra-putrinya mulai memasuki dunia perkuliahan. Melalui MyUBSI Parent, orang tua dapat ikut memantau perkembangan mahasiswa. Harapannya, komunikasi antara kampus, mahasiswa, dan orang tua dapat terus terjalin sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (24/8).
Mahasiswa Berbagi Cerita dari Lingkungan Kerja Internasional
BKOT UBSI Kampus Kaliabang juga memperlihatkan bahwa pengalaman mahasiswa selama kuliah dapat berkembang jauh melampaui aktivitas di ruang kelas. Pada kesempatan tersebut, dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Pariwisata UBSI, Muhammad Dava Alfarizi dan Fenella Julya Aziahra, turut berbagi pengalaman setelah berhasil mengikuti program internship di Holiday Inn Sepang, Malaysia.
Kisah keduanya memberikan gambaran kepada orang tua mengenai berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani pendidikan. Pengalaman internship di lingkungan internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu perkuliahan, tetapi juga melatih keterampilan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta kepercayaan diri dalam menghadapi lingkungan kerja yang berbeda.
Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat menjadi lebih luas ketika mahasiswa berani mengambil kesempatan di luar aktivitas akademik. Bagi mahasiswa lainnya, pengalaman Dava dan Fenella dapat menjadi gambaran bahwa masa kuliah juga dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang memperkaya keterampilan dan pengalaman profesional.
Selain pengalaman mahasiswa, sesi kemahasiswaan turut memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai berbagai aktivitas nonakademik yang tersedia di UBSI. Organisasi, kreativitas, pengembangan diri, serta berbagai kegiatan mahasiswa dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Dari Kakak ke Adik, Kepercayaan Keluarga pada UBSI
Cerita lain datang dari salah satu orang tua peserta BKOT yang memiliki pengalaman pendidikan di lingkungan UBSI. Ia mengungkapkan bahwa keputusan keluarganya memilih UBSI untuk pendidikan anak bukanlah pilihan yang sepenuhnya baru.
Sang kakak sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan di UBSI, sementara sang adik kemudian melanjutkan pendidikan di UBSI pada Prodi Manajemen. Pengalaman tersebut membuat keluarga telah memiliki gambaran mengenai lingkungan pendidikan yang akan dijalani oleh anggota keluarga berikutnya.
“Kakaknya dulu lulusan UBSI juga, dan sekarang adiknya melanjutkan kuliah di UBSI mengambil Manajemen. Jadi kami sudah cukup mengenal bagaimana proses pendidikannya. Kami percaya UBSI dapat memberikan pendidikan dan pengalaman yang baik untuk anak kami,” ungkap orang tua tersebut.
Baca juga: BKOT di UBSI Kampus Bogor Segera Digelar, Jadi Wadah Kenalan dengan Dunia Kampus
Pengalaman satu keluarga tersebut menjadi gambaran bahwa kepercayaan terhadap institusi pendidikan juga dapat tumbuh dari pengalaman yang dirasakan secara langsung. Ketika seorang anggota keluarga telah lebih dulu menjalani proses pendidikan, pengalaman tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi anggota keluarga berikutnya dalam menentukan perjalanan pendidikannya.
Sebagai Kampus Digital Kreatif dan perguruan tinggi Terakreditasi Unggul, UBSI terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Berbagai pembelajaran, aktivitas kemahasiswaan, serta kesempatan memperoleh pengalaman industri menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.