UBSI Selaraskan Persepsi Dosen MKWK dan Character Building Jelang Semester Gasal 2026/2027

0 4

BSINews, Jakarta — Persiapan pembelajaran menjadi fokus kegiatan Persamaan Persepsi Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dan Character Building yang diikuti para dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3). Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (16/9).

UBSI Selaraskan Persepsi Dosen MKWK dan Character Building Jelang Semester Gasal 2026/2027

Kegiatan tersebut diikuti dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Character Building, Bahasa Indonesia, serta Pendidikan Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Persamaan persepsi dilakukan untuk menyelaraskan mekanisme pembelajaran serta memastikan pelaksanaan perkuliahan Semester Gasal 2026/2027 berjalan sesuai standar akademik.

Sesi pertama menghadirkan Astrilyana selaku staf LP3 UBSI yang membahas mekanisme pembelajaran MKWK dan penerapan RPS terpadu. Pembahasan juga mencakup penggunaan LMS MyBest, lima sesi pembelajaran sinkron, dokumentasi pembelajaran, serta penerapan Project Based Learning (PBL).

Melalui PBL, capaian pembelajaran dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Character Building, dan Bahasa Indonesia diintegrasikan dalam satu proyek selama 16 minggu. Mahasiswa diarahkan melalui tahapan mulai dari ideasi dan validasi hingga penyusunan laporan atau hasil karya dengan tetap memperhatikan integritas akademik dan penerapan ekosistem pembelajaran tanpa kertas.

Pada sesi kedua, Fera Nelfianti selaku narasumber membahas standar mutu pembelajaran Pendidikan Agama. Materi meliputi penerapan MyBest, project-based learning, serta pelaksanaan proyek pengabdian kepada masyarakat yang dapat melibatkan LSM, Karang Taruna, DKM, maupun komunitas.

Pembelajaran juga diarahkan pada tema yang berkaitan dengan kehidupan sosial, toleransi, kerukunan, kemanusiaan, kepedulian sosial, serta praktik keagamaan sesuai karakteristik masing-masing mata kuliah. Penyusunan RPS dan RTM turut menjadi bagian pembahasan dengan output pembelajaran berupa proposal, video, poster, publikasi, dan laporan.

Fera Nelfianti selaku narasumber pada sesi kedua membahas standar mutu pembelajaran Pendidikan Agama, mulai dari penerapan MyBest, project-based learning, hingga penyusunan RPS dan RTM.

“Pembelajaran Pendidikan Agama tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga perlu memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai yang dipelajari melalui kegiatan yang relevan. Karena itu, penyamaan standar pembelajaran menjadi penting agar pelaksanaannya tetap terarah dan sesuai dengan capaian yang diharapkan,” jelasnya dalam keterangan rilis yang di terima di Jakarta Kamis (17/9).

Baca Juga : UBSI Kampus Bogor Samakan Persepsi Dosen Penguji untuk Tingkatkan Kualitas Sidang Tugas Akhir

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait penerapan pembelajaran MKWK dan Character Building. Melalui kegiatan bertema “Membentuk Karakter Bangsa melalui Pembelajaran yang Terstruktur dan Inovatif”, para dosen diharapkan memiliki pemahaman yang selaras dalam melaksanakan pembelajaran pada Semester Gasal 2026/2027.

Penyamaan persepsi ini menjadi bagian dari upaya LP3 UBSI dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur, inovatif, serta selaras dengan standar akademik dan kebutuhan mahasiswa. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.