Mahasiswa Software Engineering (RPL) UBSI Dibekali Sertifikasi Analis Program Demi Peningkatan Daya Saing

0 9

BSINews, Jakarta – Program Studi (Prodi) Software Engineering (RPL) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) secara proaktif membekali mahasiswa Semester 6 dan 8 dengan pemahaman mendalam mengenai Sertifikasi Kompetensi Analis Program.

Kegiatan penting ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (9/7) 2026, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Tujuan utama acara ini adalah memberikan bekal krusial bagi mahasiswa dalam menghadapi uji kompetensi, sebagai salah satu persiapan penting sebelum terjun ke dunia kerja profesional.

Baca juga: Mahasiswa Prodi Software Engineering (RPL) UBSI Tembus Top 100 JuaraVibeCoding Lewat Inovasi AI Learning Assistant AiDen

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi RPL, Dr. Taufik Baidawi, M.Kom. Dalam sambutannya, Dr. Taufik Baidawi menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan formal atas kemampuan mahasiswa yang sesuai dengan standar kerja nasional.

“Selain memiliki kompetensi akademik, lulusan juga perlu memiliki sertifikat kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing, profesionalisme, dan kepercayaan industri terhadap kemampuan yang dimiliki,” ujar Dr. Taufik Baidawi. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen untuk memastikan lulusannya tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki bukti nyata atas keahlian mereka.

Materi pembekalan disampaikan oleh Jenie Sundari, M.Kom, seorang Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UBSI. Beliau memaparkan bahwa sertifikasi Analis Program merupakan sertifikasi berbasis okupasi yang secara langsung mengacu pada kebutuhan dunia kerja.

Sertifikasi ini bertujuan untuk mengukur kompetensi mahasiswa agar sesuai dengan standar profesi yang berlaku. “Sertifikat kompetensi ini memiliki masa berlaku selama tiga tahun dan dapat menjadi bukti bahwa lulusan telah memenuhi standar kompetensi pada bidang pekerjaannya,” jelas Jenie Sundari.

Para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai berbagai manfaat sertifikasi kompetensi, mulai dari peningkatan kredibilitas dan peluang kerja, penguatan pengakuan profesional, hingga membangun kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan.

Selain itu, dijelaskan pula tahapan-tahapan penting yang harus dilalui sebelum mengikuti uji kompetensi, yakni proses pra-asesmen. Proses ini meliputi pengunggahan dokumen persyaratan seperti formulir verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK), identitas diri, ijazah, pas foto, dan dokumen pendukung relevan lainnya sesuai skema sertifikasi.

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pemantauan progres administrasi melalui sistem indikator warna.

Status hitam menandakan aktivitas belum disetujui, merah menunjukkan dokumen belum lengkap atau tidak diterima, kuning berarti dokumen sedang menunggu umpan balik dari asesor, dan hijau mengindikasikan seluruh data dan dokumen telah disetujui sehingga peserta siap mengikuti tahapan uji kompetensi.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang direspon antusias oleh mahasiswa Semester 6 dan 8. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai persyaratan administrasi, proses asesmen, masa berlaku sertifikat, hingga strategi efektif dalam menghadapi uji kompetensi.

Baca juga: Prodi RPL Universitas BSI Gelar Workshop Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Analis Program

Acara dipandu oleh Musriatun Napiah, M.Kom, selaku moderator yang memastikan kelancaran acara, komunikasi yang efektif, dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang utuh mengenai pelaksanaan sertifikasi.

Dengan adanya pembekalan ini, Program Studi Software Engineering UBSI berharap mahasiswa Semester 6 dan 8 dapat memiliki kesiapan administrasi, teknis, maupun mental untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi Analis Program. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang profesional dan memiliki daya saing tinggi di industri teknologi informasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.