Prodi Ilmu Komunikasi Gelar Workshop Penyutradaraan Single Camera dan Multy Camera

0 145

Jakarta, BSINews — Program studi (prodi) Ilmu Komunikasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sukses mengadakan workshop Penyutradaraan Single Camera dan Multy Camera. Kegiatan ini ditujukan pada mahasiswa semester 3 dengan peminatan Televisi dan Film, yang digelar di aula Universitas BSI Kalimalang, pada Selasa (15/11).

Baca juga : Universitas BSI Sukses Adakan Seminar Personal Branding & Digital Marketing

Hadir sebagai pembicara yakni Ir. Hengky Christiawan yang merupakan trainer di bidang multimedia baik televisi maupun film dari Karnos Film. Mas Hengky sapaan akrabnya, mengajak peserta berdiskusi untuk memahami baik secara kreatif maupun secara teknis dalam sebuah produksi audio visual.

Workshop Penyutradaraan Single Camera dan Multy Camera

“Dalam sebuha produksi pembuatan karya audio visual baik untuk kebutuhan program TV maupun film, wajib mempersiapkan konsep dengan sangat matang pada saat pra produksi atau persiapan sebelum produksi. Pentingnya persipan produksi adalah agar pada saat kita melakukan produksi segala sesuatu bahkan resiko dapat sudah dipikirkan, sehingga hasil akhirnya sesuai dengan visi misi dalam pembuatan produksinya, “ jelas Mas Hengky dalam keterangan rilis, Rabu (16/11).

Tak hanya sekedar menjelaskan, Mas Hengky juga langsung mengajak mahasiswa untuk mencoba menjadi kameraman untuk mengenal teknik pengambilan gambar serta mengoperasikan untuk mengambil beberapa shot size. Menurutnya, sutradara yang baik harus mampu membuat pemain seperti keluarga yang artinya menjaga betul pemain agar dapat bekerja dengan baik.

Baca juga : Universitas BSI Sukses Adakan Seminar Personal Branding & Digital Marketing

“Tuntutan profesionalitas tentunya bukan hanya dari segi pemain, melainkan seluruh tim produksi. Untuk itu komunikasi sangat penting apabila mengalami sebuah permasalahan atau kendala pada saat dilapangan. Selain itu, untuk menghasilkan produksi karya audio visual yang bagus, perlu adanya latihan secara terus-menerus. Agar kita terbiasa dalam menghadapinya. Ketika kita berlatih terus, tentu adanya penambahan dari segi keahlian dan juga mengurangi resiko dalam proses pembuatannya,” tutupnya. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.