Yogyakarta, BSINews — Sebagai Kampus Digital Kreatif yang terus berkomitmen memberikan output digitalisasi pada masyarakat, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) berhasil meraih kompetisi hibah Matching Fund (MF) 2023. Lewat tema “Packaging dan Digitalisasi Paket Wisata Desa Banaran sebagai Kawasan Penyangga Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur Melalui Aplikasi PENAKU”, Universitas BSI bersinergi secara optimal dengan Desa Banaran, Kulon Progo, Yogyakarta.
Baca juga : Mahasiswa Universitas BSI Lolos Hibah Pendanaan PKM 2023
Program MF Universitas BSI ini diketuai oleh Dr Ani Wijayanti selaku Dekan FEB Universitas BSI dengan menggandeng empat perguruan tinggi lain, yakni UDINUS, STIE Pariwisata API, AKPARDA, dan UNISBANK. Ani mengungkapkan bahwa program MF ini terselanggara sebagai salah bentuk respon perguruan tinggi terhadap permasalahan mitra, dalam hal ini Desa Banaran.
“Desa Banaran merupakan salah satu desa yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Namun, kendala utama dari mitra adalah SDM yang masih sangat terbatas, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan itu, maka melalui program MF ini di desain untuk menghasilkan luaran dan output yang mampu mengatasi permasalahn tersebut,” ungkap Ani dalam keterangan tertulis, Rabu (13/9/2023).
Ia menjelaskan program MF ini mulai diimplementasikan pada bulan Juli sampai Desember 2023 yang mencakup berbagai kegiatan, meliputi pengembangan sisfo PENAKU dan pendampingan transfer teknologi untuk pengembangan desa wisata berbasis sistem informasi. Nama sisfo PENAKU diambil dari kepanjangan “PEsona baNAran KUlonprogo”.
Universitas BSI Menangkan Kompetisi Hibah Matching Fund 2023
“Kami membangun dan mengembangkan sisfo PENAKU sesuai kebutuhan mitra dalam dua versi yakni versi android dan website. Dengan memfasilitasi sisfo ini, dapat mempermudah proses bisnis dalam pengelolaan desa wisata di Desa Banaran. Selain itu, program transfer teknologi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM guna mendukung industri pariwisata,” imbuhnya.
Program transfer teknologi yang diberikan kepada mitra terdiri dari pengelolaan sisfo PENAKU, pembuatan konten kreatif, pemasaran digital, penyusunan paket wisata, pengelolaan homestay, pengelolaan restoran, kepemanduan, pengemasan produk UMKM, dan gelar potensi desa wisata. Output program MF yang sangat strategis bagi mitra adalah terbangunnya sisfo PENAKU, tersusun paket wisata tematik yang siap dijual kepada wisatawan, dan kesiapan SDM dalam mengelola desa wisata.
Lanjutnya, kolaborasi dan sinergisitas antara Universitas BSI dan Desa Banaran tidak hanya terjalin selama program MF. Program pendampingan terhadap mitra akan terus berjalan seiring dengan perkembangan industri pariwisata yang membutuhkan sinergisitas berkelanjutan dari berbagai stakeholder.
“Kemitraan yang terbangun memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Mitra mendapatkan pendampingan dari akademisi secara berkelanjutan, sedangkan perguruan tinggi mendapatkan update perkembangan industri pariwisata yang sangat dinamis,” tutupnya. (LAG)