Cerita Iman, Wisudawan yang Berprestasi Lolos Program Kampus Mengajar

0 77

BSINews,Tasikmalaya-Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya memiliki banyak mahasiswa berprestasi yang turut mengikuti upacara wisuda, pada Selasa 14 November 2023 di Ballroom Aquamarine, Hotel Aston Inn, Tasikmalaya.

Baca Juga: 16 Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Universitas BSI Kampus Tegal Lolos Program Kampus Mengajar

Mochamad Iman Firman merupakan mahasiswa prodi Sistem Informasi D3 Universitas BSI yang lulus sebagai wisudawan dengan prestasi yang membanggakan. Lolos dalam program Kampus Mengajar Angkatan 4 Tahun 2022 memberikan Iman pengalaman yang luar biasa terutama dalam bersosialisasi dalam dunia Pendidikan.

“Pengalaman ketika mengikuti kampus mengajar memberikan kesempatakan kepada saya untuk mengenal dan berinteraksi di dunia Pendidikan. Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Karena saya termasuk introvert, jadi ingin mencoba bagimana bersosialisasi di dunia pendidikan, supaya saya tidak kaku saja,” jelas Iman dalam wawancara langsung pada Selasa, (14/11/23).

Ia juga menambahkan ketika menjalani program Kampus Mengajar Angkatan 4 Tahun 2022 lalu, dirinya di tempatkan di SMPN 1 Sukadana Jl. Cisena No.47 Sukadana, Sukadana, Kec. Sukadana, Kab. Ciamis Prov. Jawa Barat selama enam bulan penugasan.

“Program kampus mengajar berlangsung selama enam bulan, karena situasi disana tidak memungkinkan untuk kos, jadi saya pulang pergi selama menjalani program kampus pengajar ini. Lama perjalanan dari Tasikmalya ke Ciamis itu satu setengah jam,” tambahnya.

Selain itu, hal lain yang membuatnya selalu semangat mengikuti program kampus mengajar ini adalah motto dalam dirinya yakni ‘Selalu Berguna Untuk Orang Lain’ sehingga termotivasi dalam diri untuk berbagi ilmu terhadap sesama.

Baca Juga: Universitas BSI Lepas Mahasiswa Ikuti Program Kampus Mengajar

“Tim kami itu kan beda-beda jurusan, jadi masing-masing anak membuat program yang berbeda-beda. Kalau saya sendiri membuat program desain grafis. Jadi saya mengajarkan siswa yang suka seni secara visual. Untuk fasilitas kita gunakan device pribadi untuk mengajarkan kepada siswa. Kesulitannya lebih ke waktu saja, jadi sekolah sampai sore dan tidak ada angkutan umum. Jadi kita sangat sulit menyesuaikan waktu mereka,” tegasnya.(RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.