BSINews, Bekasi – Dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang Hak Asasi Manusia (HAM) di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD), Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melaksanakan sosialisasi bertajuk ‘Memahami dan Menghargai Hak Asasi Manusia Sejak Dini’ di SDN Pengasinan 7, Rawalumbu, Bekasi, Rabu (8/5).
Kegiatan ini dipandu oleh dosen Unversitas BSI Andi Riyanto dan melibatkan sejumlah mahasiswa yang bersemangat untuk memberikan edukasi kepada generasi muda. Mahasiswa yang terdiri dari Rifaa, Syifa, Raisa, Sami, dan Loren dengan antusias terjun ke lapangan untuk melaksanakan proyek sosialisasi ini. Mereka merancang program yang interaktif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak SD, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah diterima.
Kegiatan yang didukung oleh Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang HAM, membangun keterampilan dasar, dan mendorong nilai-nilai kemanusiaan di kalangan siswa.
Program ini mencakup berbagai aktivitas, mulai dari penjelasan singkat mengenai hak-hak dasar manusia hingga permainan tanya jawab. Dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan, para mahasiswa berharap dapat menanamkan nilai-nilai HAM dengan lebih efektif.
Andi Riyanto menjelaskan bahwa HAM merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu sejak lahir, tanpa memandang latar belakang sosial, kebangsaan, etnis, bahasa, agama, atau ras. “HAM bersifat universal dan tidak dapat dicabut dalam keadaan apapun, karena berlaku untuk semua orang di seluruh dunia,” tegas Andi.
Semua pihak, baik individu, komunitas, maupun pemerintah, memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan menghormati HAM. Negara harus menyediakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak-hak manusia dan memastikan bahwa setiap orang menikmati hak-haknya sepenuhnya.
Namun, pelanggaran HAM masih sering terjadi karena kurangnya pemahaman yang menyeluruh tentang HAM itu sendiri. Pelanggaran seperti kekerasan, penyiksaan, dan perbudakan masih banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. “Oleh karena itu, kesadaran tentang HAM sangat penting untuk ditanamkan sejak dini,” tambah Andi.
Kegiatan ini juga mencakup sesi menonton film pendek tentang keberagaman Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan agama yang ada. Salah satu highlight acara adalah kuis interaktif tentang HAM yang dilakukan menggunakan aplikasi Quizizz, dengan hadiah menarik bagi siswa yang mendapatkan skor tertinggi. Metode ini diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif dan semangat dalam mengikuti materi yang disampaikan.
“Melalui proyek sosialisasi edukasi ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih luas tentang hak asasi manusia di kalangan generasi muda. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih menghargai martabat setiap individu, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tandasnya.
Baca juga: Mahasiswa Universitas BSI Dibekali Tips dan Trik Android Studio dalam Workshop IT Bootcamp
Andi menyampaikan harapannya agar proyek ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang lebih peka dan sadar akan pentingnya hak asasi manusia. “Dengan pendidikan yang baik mengenai HAM, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis,” ungkapnya.(ACH)