Universitas BSI Pantau Ketat Pemenang Hibah Dana Riset 2024: Peneliti Ngaku Tantangan Bikin Mereka Makin Semangat, E-commerce Hidroponik dan Pencegahan Bullying Jadi Sorotan!

0 116

BSINews, Jakarta – Kalau kamu pikir riset di kampus itu sekadar baca buku dan tulis laporan, coba pikir ulang deh! Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) baru aja sukses menggelar Monitoring dan Evaluasi Internal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat buat para pemenang Hibah Dana Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi 2024.

Acara yang berlangsung online via Zoom pada Senin, 9 September 2024 ini nggak cuma buat seru-seruan, tapi serius banget dalam mengevaluasi progres penelitian dan pengabdian masyarakat yang udah didanai. Semangat banget kan Universitas BSI?

Baca juga: Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan dan Hibah SIDETOM untuk Petani Tomat di Desa Rasau Jaya Satu

Dengan ketua LPPM Universitas BSI, Agus Junaidi, membuka acara, monitoring ini bertujuan memastikan para pemenang hibah benar-benar bisa deliver apa yang dijanjikan. “Kami nggak main-main soal ini, lho. Proyek riset dan pengabdian yang udah dapat hibah ini mesti tepat sasaran dan bermanfaat buat akademisi dan masyarakat luas,” tegas Agus dalam sambutannya.

Salah satu yang bikin sesi presentasi jadi sorotan adalah penelitian dari Eva Argarini Pratama. Mungkin kamu pernah denger soal aplikasi canggih, tapi kali ini beda, karena Eva fokus mengembangkan aplikasi pencegahan bullying. Wow, makin keren kan? “Penelitian kami berfokus di Banyumas, dengan harapan aplikasi ini bisa jadi solusi konkret buat pencegahan bullying, sekaligus memberikan dampak positif buat masyarakat luas,” ujar Eva dengan penuh semangat.

Lain cerita dengan Artika Surniandari, yang lebih fokus ke pertanian modern. Eits, jangan salah, hidroponik yang dia kembangkan nggak cuma urusan tanaman tumbuh tanpa tanah, tapi ada e-commerce hidroponik yang siap menjembatani petani dengan konsumen secara online. “Pertanian hidroponik bukan cuma solusi buat lahan terbatas, tapi juga cara cerdas menjaga kualitas pertanian. Kami optimis platform ini bisa jadi tonggak pertanian berkelanjutan yang bikin kelompok tani lebih berdaya,” jelas Artika dengan senyum sumringah.

Semua presentasi nggak lepas dari mata tajam para reviewer, termasuk Dr Sularso Budilaksono dan Dr Euis Meinawati. Mereka kasih masukan jitu soal pentingnya publikasi dan penyebaran hasil riset biar lebih impactful. “Progres udah bagus, tapi kalau nggak ada publikasi yang efektif, hasil riset ini nggak akan dikenal luas. Padahal, ini punya potensi gede buat memberi dampak lebih luas,” kata Dr Sularso dengan nada penuh harapan.

Dr. Euis menambahkan, “Program pengabdian yang punya inovasi, seperti e-commerce hidroponik, perlu dapet sorotan lebih. Inovasi kayak gini bakal jadi role model buat program lain.”

Acara monev ini juga makin hangat saat sesi diskusi dibuka. Dosen-dosen nggak sungkan bertanya, sharing kendala, hingga diskusi tentang solusi bareng tim evaluasi. Meskipun lewat Zoom, diskusi tetap cair dan penuh semangat. Tim evaluasi memberikan feedback langsung dan beberapa ide solusi untuk tantangan yang dihadapi para pemenang hibah.

Baca juga: Dosen Universitas BSI Kampus Karawang Terima Hibah Penelitian, Dorong Pengembangan Ilmu

Monitoring dan evaluasi ini nggak sekadar ajang ngecek-ngecek progres, tapi juga jadi platform buat UBSI memacu dosen dan peneliti biar nggak setengah-setengah dalam menghasilkan penelitian dan program pengabdian yang impactful.

Di akhir acara, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas BSI, Diah Puspitasari, memberikan apresiasi setinggi langit untuk para pemenang hibah, “Kami bangga banget dengan hasil yang sudah dicapai. Ini bukti kalau kualitas riset di Universitas BSI semakin moncer! Semoga hasilnya bisa memberi dampak nggak cuma nasional, tapi juga internasional!”(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.