BSINews, Tangerang – Tangerang Raya kembali bergemuruh dengan final Tournament Basketball BSI FLASH 2025! Tapi sayangnya, Sekolah Genius harus puas menjadi runner-up setelah takluk di tangan SMA PGRI 109 Tangerang dengan skor tipis 33-39 yang berlangsung di Sport Center Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus BSD, Sabtu (28/9). Meski gagal jadi yang pertama, tim ini tetap berkelas, dan tak kalah dalam hal semangat juang.
Angelus Damipki Setamanki, yang akrab dipanggil Coach Angelus, harus puas melihat anak didiknya gagal mengangkat piala utama. “Sebenernya, saya cuma coach di asrama aja, coach utamanya nggak bisa hadir,” katanya sambil tersenyum tipis.
Sebagai alumni Sekolah Genius, Angelus merasa tim ini sudah menunjukkan kemampuan individu yang oke punya, meski ada sedikit PR besar soal teamwork. “Kita main tim, bukan individu, dan itu yang masih harus diasah,” ujarnya jujur.
Sementara itu, Samuel Sopakua, sang kapten, mengaku sangat bangga meski tak membawa pulang gelar juara. “Jujur, saya nggak ekspektasi sampai sejauh ini. Setelah menang babak penyisihan, saya pikir ya sudah, mungkin nanti kalah,” ungkap Samuel.
Tapi timnya justru melaju sampai ke final, sesuatu yang tidak ia bayangkan sebelumnya. Bahkan, dukungan dari teman-teman asrama dan guru-guru yang datang langsung menyaksikan final memberikan suntikan semangat luar biasa.
“Seneng banget, bangga sama tim. Makasih buat yang udah dukung kami,” tambah Samuel, yang kelihatan masih semangat meski kalah. Pesannya kepada adik-adik di tim basket Sekolah Genius pun menyentuh. “Tetap semangat, jangan mudah puas. Kita juara 2 sekarang, tapi semoga ke depannya kamu bisa bawa pulang juara 1!”
Tak lupa, Samuel dan tim mengucapkan terima kasih kepada Universitas BSI yang sudah mengadakan turnamen keren ini. Dian Ardiansyah, Organizer Committee BSI FLASH 2025, mengatakan bahwa para juara akan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, trofi, sertifikat, medali, dan yang paling keren beasiswa kuliah di Universitas BSI! Lumayan banget kan buat masa depan?
Meski kali ini Sekolah Genius cuma juara 2, jangan remehkan mereka. Di balik kekalahan ini, ada potensi besar yang menunggu untuk meledak. Siapa tahu, tahun depan mereka bisa bikin kejutan dan jadi juara sesungguhnya!(ACH)