Upgrade Diri Sejak Kuliah, Bekal Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja
BSINews, Tasikmalaya – Mahasiswa perlu mulai mengembangkan diri sejak masa kuliah agar memiliki kesiapan yang lebih baik saat memasuki dunia kerja. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, kemampuan akademik saja dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri saat ini.
Koordinator BSI Career Center (BCC) Universitas BSI (UBSI) kampus Tasikmalaya, Ir. Dini Silvi Purnia, M.Kom, mengatakan bahwa proses pengembangan diri sebaiknya dimulai sejak mahasiswa pertama kali menginjak bangku perkuliahan. Menurutnya, dunia kerja kini mencari lulusan yang tidak hanya memiliki nilai akademik yang baik, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang relevan.
“Mahasiswa perlu menyadari bahwa dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar nilai akademik. Pengalaman, keterampilan, dan sikap menjadi faktor penentu dalam proses rekrutmen. Karena itu, pengembangan diri harus dimulai sejak kuliah agar mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih matang ketika lulus nanti,” kata Dini, dalam keterangan tertulisnya di Tasikmalaya, Jumat (10/7).
Baca juga: Pilihan Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Tasikmalaya Tahun 2026
Ia menjelaskan, pengembangan diri mencakup peningkatan hard skill yang sesuai dengan bidang studi, serta soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, kemampuan bekerja dalam tim, dan berpikir kritis. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai sektor.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar kelas. Kegiatan seperti organisasi kemahasiswaan, program magang, pelatihan, hingga proyek kolaboratif dinilai Dini juga dapat memperkaya pengalaman sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi di lingkungan kerja.
Menurutnya, membangun personal branding dan portofolio sejak dini juga menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Kehadiran digital yang positif serta dokumentasi karya dan pencapaian dapat menjadi nilai tambah yang membantu mahasiswa lebih menonjol di hadapan perekrut.
“Personal branding dan portofolio yang dibangun sejak kuliah akan menjadi bukti nyata kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Ini dapat meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap kemampuan calon kandidat, terutama ketika mereka baru memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan karier mahasiswa, BCC UBSI kampus Tasikmalaya secara rutin menghadirkan berbagai program pengembangan karier. Program tersebut meliputi workshop kesiapan kerja, pelatihan soft skill, seminar industri, hingga penyelenggaraan job fair yang melibatkan berbagai mitra perusahaan.
Dini menambahkan, mahasiswa perlu memiliki sikap proaktif dalam memanfaatkan setiap peluang yang tersedia. Kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi faktor penting dalam membangun karier di masa depan.
“Mahasiswa harus proaktif dalam mencari peluang, berani mencoba hal baru, dan terus belajar mengikuti perkembangan zaman. Dengan konsistensi dalam meng-upgrade diri, peluang untuk menembus dunia kerja akan semakin terbuka lebar,” tuturnya.
Melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan karier yang dijalankan, BCC menyiapkan mahasiswa UBSI kampus Tasikmalaya dapat mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum lulus. Dengan bekal kompetensi, pengalaman, dan mental yang kuat, lulusan diharapkan tidak hanya mampu memperoleh pekerjaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif di dunia profesional.