BSINews, Purwokerto — Pada 28 Agustus 2024, Program Studi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Purwokerto berpartisipasi dalam Workshop Optimalisasi Pembelajaran Daring yang berlangsung secara hybrid di Hotel Asyana. Acara ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi bagian dari Hibah Program Bantuan Pengembangan dan Penyelenggaraan Pembelajaran Digital (P3D) Tahun 2024.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Informatika Universitas BSI Kampus Sukabumi dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas pendidikan digital serta menciptakan inovasi pembelajaran daring yang lebih efektif.
Perwakilan dari Universitas BSI Kampus Purwokerto, Ina Maryani, hadir dan berbagi pengalamannya dalam sesi diskusi. Ina menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Universitas BSI Kampus Purwokerto Dorong Inovasi Pembelajaran Daring melalui Workshop P3D 2024
“Penggunaan platform pembelajaran daring bukan hanya soal memindahkan materi dari ruang kelas fisik ke ruang digital, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan kolaboratif,” ujarnya.
Ina menjelaskan bahwa Universitas BSI kampus Purwokerto telah memulai integrasi teknologi dalam proses pembelajaran sejak awal pandemi dan terus berupaya meningkatkan kualitasnya.
Salah satu narasumber utama dalam acara ini adalah Riatun dari Universitas Multimedia Nusantara. Dalam paparannya, Riatun membahas pentingnya optimalisasi teknologi dalam pendidikan, terutama di era pasca-pandemi.
“Transformasi digital di dunia pendidikan harus lebih dari sekadar digitalisasi materi. Diperlukan pendekatan inovatif yang bisa mengakomodasi berbagai gaya belajar dan memungkinkan partisipasi aktif mahasiswa,” jelasnya.
Riatun juga memaparkan beberapa praktik terbaik yang diterapkan di UMN, termasuk penggunaan ruang kelas virtual, kecerdasan buatan dalam pengajaran, serta gamifikasi pembelajaran daring. Menurutnya, kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Workshop ini juga menjadi tempat para peserta untuk berdiskusi dan bertukar ide mengenai pengembangan pembelajaran daring. Beberapa topik yang dibahas termasuk penggunaan Learning Management System (LMS) yang lebih canggih dan metode evaluasi yang tepat untuk pembelajaran daring.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk lebih berinovasi dalam dunia pendidikan digital, sekaligus membuka peluang kerja sama antar perguruan tinggi dalam pengembangan konten pembelajaran daring dan riset tentang efektivitas pendidikan digital. (LAG)