Pelatihan Digital Marketing Buat Ibu-Ibu Bojong Gede: Dari Kompor ke Keyboard, Siap Jualan Online!
BSINews, Bogor – Ibu-ibu rumah tangga di Perumahan Greenery Permai, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, siap bersaing di era digital! Berkat pengabdian masyarakat berupa pelatihan Digital Marketing yang digelar oleh Dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) pada Sabtu, 12 Oktober 2024, para ibu ini kini punya senjata baru untuk memasarkan produk mereka—dan nggak lagi bergantung pada metode konvensional.
Baca juga: Dukung UMKM Go Digital, Dosen Universitas BSI Berikan Pelatihan Digital Marketing
Ketua kelompok Pengabdian Masyarakat, Endah Eka Setiawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan cuma soal teori, tapi juga praktek langsung bikin konten visual menarik dan optimasi media sosial. “Tujuan kami adalah membantu ibu-ibu ini untuk memperluas pasar lewat digital marketing. Selama ini, banyak yang belum paham betul bagaimana bikin konten yang menarik, apalagi memanfaatkan platform e-commerce,” ujarnya.
Sebanyak 20 peserta pelatihan, mayoritas ibu rumah tangga, hadir dengan semangat tinggi. Meski terbiasa mengurus rumah, mereka ternyata juga memiliki usaha mikro yang berpotensi besar jika dipasarkan dengan cara yang lebih modern. Hanya saja, keterbatasan dalam pengetahuan digital marketing bikin mereka masih berkutat dengan cara-cara lama, seperti jualan dari mulut ke mulut atau poster di warung tetangga.
Melalui pelatihan ini, para ibu diajari cara membuat konten visual yang eye-catching, memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk promosi, hingga cara berjualan di platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Pelatihan ini dibawakan dengan metode praktikal—presentasi, demonstrasi, dan sesi tanya jawab—yang membuat materi lebih mudah dicerna.
Endah juga menekankan bahwa pelatihan ini nggak berhenti sampai di sini. “Ini baru awal. Karena perkembangan digital marketing begitu cepat, kita harus terus update materi agar para peserta bisa bersaing dan terus berkembang,” jelasnya. Jadi, ibu-ibu nggak cuma dilatih sekali, tapi akan terus didampingi untuk mengikuti tren digital yang selalu berubah.
Peserta pelatihan juga mengaku senang bisa belajar langsung tentang cara memasarkan produk mereka. “Saya baru tau kalau bikin konten visual itu penting banget buat menarik perhatian pembeli di Instagram,” ujar Bu Susi, salah satu peserta yang sebelumnya cuma jualan kue lewat WhatsApp grup.
Baca juga: Digital Marketing: Peluang Karir Menjanjikan dan Jurusan Kuliah yang Tepat
Dengan pelatihan ini, para ibu di Bojong Gede kini siap go digital. Siapa bilang jualan cuma urusan anak muda? Ibu-ibu Bojong Gede siap buktikan kalau mereka bisa bersaing di pasar digital!(ACH)