Transformasi Inspiratif! Abdul Zaki Asy, Wisudawan UBSI Pernah Ikut Program Kampus Mengajar Kini Mengabdi sebagai Guru Matematika
BSINews, Bekasi-Abdul Zaki Asy Syifa, salah satu wisudawan Program Studi Manajemen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) yang pernah mengikuti program MSIB, khususnya Kampus Mengajar angkatan 6, berbagi kisah perjalanan berharga yang telah ia jalani. Meskipun latar belakang akademiknya bukan berasal dari bidang pendidikan, Zaki mendapat kesempatan untuk mengajar di sebuah sekolah dasar, merasakan langsung dinamika dunia pendidikan, dan mengembangkan diri lebih jauh. Zaki baru saja mengikuti prosesi wisuda pada Selasa, 3 Desember 2024, di BSI Convention Center, BSI Square Kaliabang, Bekasi.
Baca Juga: Zian Guncang Wisuda UBSI di Kota Semarang: Hiburan Serius yang Bikin Wisudawan Terbang Tinggi!
Mengikuti Program Kampus Mengajar menjadi pengalaman yang membuka banyak wawasan bagi Zaki. Terjun langsung ke dunia pendidikan di sebuah sekolah dasar yang penuh tantangan, Zaki dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. Sebagai seseorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal, ia menyadari bahwa ia perlu belajar banyak hal untuk bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada.
Selama menjalani Program Kampus Mengajar, Zaki juga berhasil mengembangkan keterampilan baru, terutama dalam hal komunikasi. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika ia bersama teman-teman sesama peserta MSIB menyelenggarakan seminar tentang perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah mereka. Seminar tersebut menjadi momen penting dalam mengasah kemampuannya untuk berinteraksi dengan anak-anak serta memberikan dampak positif pada mereka.
Namun, ada satu momen yang sangat membekas dalam ingatan Zaki selama menjalani program tersebut. Suatu hari, Zaki ditugaskan untuk menggantikan kelas yang kosong. Kelas tersebut sangat bising dan sulit diatur, membuat Zaki merasa kesulitan dalam mengendalikan situasi. Namun, begitu guru asli kelas tersebut datang, suasana langsung berubah. Anak-anak menjadi lebih tenang dan mudah diatur.
“Dari sini saya belajar bahwa menjadi seorang tenaga pendidik itu membutuhkan lebih dari sekadar ilmu. Seorang guru profesional harus mampu mengatur kelas dan membangun hubungan yang baik dengan siswa,” jelas Zaki.
Meskipun bukan berasal dari fakultas keguruan atau pendidikan, Zaki akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai guru matematika di sebuah sekolah dasar swasta. Proses awalnya tidak mudah. Zaki sempat melamar pekerjaan sebagai guru, namun lamaran tersebut ditolak pada pertama kalinya. Namun, setahun setelahnya, pihak sekolah menghubungi Zaki dan menawarkan pekerjaan yang sama, kali ini sebagai guru matematika.
Kebingungan Zaki pun muncul, Mengapa saya yang ditawarkan? Padahal saya sudah ditolak sebelumnya. Ternyata, pihak sekolah melihat aktivitas Zaki yang aktif membagikan pengalaman seru selama mengikuti Program Kampus Mengajar. Melalui media sosial, Zaki sering berbagi momen mengajar bersama anak-anak sekolah dasar, yang akhirnya menarik perhatian pihak sekolah.
“Mereka melihat bagaimana saya aktif membagikan kegiatan seru saya selama di Kampus Mengajar lewat media sosial. Saya ingin menunjukkan komitmen saya dalam mendampingi anak-anak sekolah dasar, dan Alhamdulillah, itulah yang akhirnya membuka peluang kedua bagi saya,” tutup Zaki dengan penuh syukur.(RDX)