Persamaan Persepsi Mata Kuliah Prodi Sistem Informasi Akuntansi Semester Genap 2024/2025 Sukses Digelar di Kampus Kota Sukabumi
BSINews, Sukabumi- Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Sukabumi sukses menyelenggarakan kegiatan Persamaan Persepsi Mata Kuliah untuk Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Acara yang digelar pada 12 Maret 2025 ini dihadiri oleh seluruh dosen pengajar mata kuliah di prodi tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman dan metodologi pengajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan akademik.
Persamaan Persepsi Mata Kuliah merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap semester oleh Prodi Sistem Informasi Akuntansi. Tujuannya adalah memastikan keseragaman pemahaman materi, metode pengajaran, dan penilaian di antara para dosen. Dengan demikian, mahasiswa dapat menerima pembelajaran yang konsisten dan terstruktur, sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para dosen untuk berdiskusi, bertukar ide, dan menyelesaikan perbedaan persepsi terkait materi ajar. Hal ini dinilai penting mengingat kompleksitas mata kuliah yang diajarkan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan sistem akuntansi yang terus berkembang.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari kalangan dosen Prodi Sistem Informasi Akuntansi. Di antaranya adalah Dwiyatmoko Puji Widodo, Dede Firmansyah Saefudin, Windi Irmayani, Angga Ardiansyah, Sifa Fauziah dan Raja Sabaruddin. Masing-masing narasumber membawakan materi sesuai dengan bidang keahlian mereka, mulai dari pengembangan kurikulum, integrasi teknologi dalam pembelajaran, hingga strategi penilaian yang efektif.
Dwiyatmoko Puji Widodo selaku salah satu narasumber, menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pembelajaran sistem informasi akuntansi.
“Di era digital ini, dosen tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi terkini dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi intensif antar-dosen. Topik yang dibahas meliputi penyusunan rencana pembelajaran semester (RPS), metode pengajaran yang inovatif, serta penyesuaian materi dengan kebutuhan industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan tuntutan dunia kerja.
Rusda Wajhillah, salah satu peserta kegiatan, mengungkapkan bahwa acara ini memberikan manfaat yang besar bagi para dosen. Menurutnya, kegiatan ini berhasil menciptakan persamaan persepsi yang membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan di semester yang akan datang. Selain itu, kolaborasi antar-dosen juga menjadi peluang untuk memperkaya wawasan serta metode pengajaran, yang tentunya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas BSI.
“Dengan adanya persamaan persepsi, kami sebagai dosen bisa lebih siap menghadapi tantangan di semester depan. Selain itu, kolaborasi antar-dosen juga memperkaya wawasan dan metode pengajaran,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi dosen, tetapi juga berdampak positif bagi mahasiswa. Dengan adanya keseragaman persepsi dan metode pengajaran, mahasiswa dapat lebih mudah memahami materi dan mencapai kompetensi yang diharapkan. Selain itu, integrasi teknologi dalam pembelajaran juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di era digital. (RDX)