UBSI Teken MoU Internasional: Menuju Kampus Bertaraf Dunia Bersama SFBU
BSINews, Jakarta-Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi berstandar internasional. Kali ini, UBSI hadir dalam forum strategis bertaraf global yang digelar oleh San Francisco Bay University (SFBU) dan Qaspir di Artotel Senayan, Jakarta.
Baca Juga: UBSI Mantapkan Langkah Global lewat Forum Double Degree Internasional bersama SFBU
Forum yang berlangsung eksklusif tersebut menghadirkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka dari Indonesia untuk menjajaki kerja sama akademik internasional, dengan fokus pada program double degree, transfer kredit lintas negara, serta kuliah daring internasional.
Delegasi UBSI dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Diah Puspitasari didampingi oleh Jimmi (Kepala Kantor Urusan Internasional UBSI) dan Wina Widiati (Kepala Humas UBSI). Kehadiran mereka menjadi representasi nyata semangat UBSI dalam mewujudkan visi sebagai kampus yang terhubung dengan ekosistem akademik global.
“Kami percaya bahwa sinergi ini dapat menjadi jembatan strategis untuk membawa mahasiswa kami lebih dekat dengan dunia internasional,” ujar Diah Puspitasari dalam sesi diskusi panel.
Forum ini merupakan bagian dari inisiatif SFBU dan Qaspir dalam memperluas jejaring akademik di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Diskusi yang berlangsung dinamis membahas berbagai potensi kerja sama strategis, mulai dari penyusunan kurikulum bersama, riset kolaboratif lintas negara, hingga penyelenggaraan program dual degree dengan sistem pengakuan kredit internasional.
Dr. Bradley Fuster, Provost & Vice President for Academic Affairs SFBU, menekankan pentingnya kemitraan lintas negara dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
“Inisiatif kolaboratif ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga mendorong pertukaran budaya dan inovasi antarnegara,” jelasnya.
Sebagai puncak dari kegiatan, UBSI dan SFBU menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi dasar kerja sama formal selama lima tahun ke depan. Kolaborasi ini diharapkan segera ditindaklanjuti melalui implementasi nyata, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, program kelas internasional, serta proyek riset bersama.(RDX)