Dosen Kampus Digital Kreatif Universitas BSI, Eksis Berbagi Ilmu Pengetahuan Dengan Anggota Paguyuban RPTRA
Jakarta, BSINews–Dosen Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) program studi Sastra Inggris kembali memperluas eksistensi dalam sumbangsih keilmuan praktis terhadap masyarakat. Mitra pengabdian masyarakat kali ini adalah pengurus dan anggota paguyuban RPTRA Pinang Pola Pondok Labu.
Kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk tri dharma perguruan tinggi ini telah dilaksanakan oleh tim dosen kampus digital kreatif yakni Marsandi Manar, Achmad Yasin dan Rachmat Hadi dan dibantu oleh tiga mahasiswa yakni Laura Anggi Theresia, Alfi Nurwondo, Yasina Mulida Nurhasanah.
Dosen Kampus Digital Kreatif Universitas BSI
Marsandi Manar selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan pelatihan Bahasa Inggris praktis kali ini berjudul ‘English Expressions in online game’ melalui media hibrid. Kegiatan dilaksanakan di RPTRA Pinang Pola, Pondok Labu, Jakarta.
“Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memfasilitasi para pengurus dan anggota paguyuban RPTRA dalam mempelajari ekspresi-ekspresi umum dan praktis bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari,” terangnya dalam rilis yang diterima, Senin (20/3).
Sebagai salah satu ‘agent of change’ di lingkungan sekitar, ia menyampaikan para mitra pengabdian masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar Bahasa Inggris yang praktis tentang penggunaan ekspresi-ekspresi umum keseharian seperti ekspresi senang, sedih, marah, bingung dan lain-lain.
“Agen perubahan di masyarakat yang berliterasi, bisa menjadi model bagi lingkungan mereka sehingga diharapkan para generasi muda lebih termotivasi dalam mengeksplorasi bahasa asing mereka khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa transfer ilmu dan bahasa pergaulan di kancah global,” katanya.
Ia menekankan bahwa bahasa Inggris praktis seperti ‘English expressions in online game” bisa digunakan oleh ibu-ibu untuk memancing minat anak-anak mereka khususnya yang berusia dini agar lebih tertarik dalam mempelajari bahasa asing.
“Ibu-ibu masa kini memerlukan keterampilan dalam menggunakan ekspresi-ekspresi umum Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, akan tercipta lingkungan dasar bagi anak-anak mereka untuk membangun citra positif terhadap literasi sejak dini,” tandasnya sebagai dosen Kampus Digital Kreatif Universitas BSI.
Baca juga: Pelatihan Literasi Digital Pada Panti Asuhan Adinda
Ia juga menambahkan tujuan lain dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk menjalin silaturahmi antara dosen Kampus Digital Kreatif Universitas BSI jurusan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris dengan warga DKI khususnya pengurus dan anggota RPTRA Pinang Pola Pondo Labu.
“Tujuan khusus ini secara tidak langsung memberikan contoh bahwa tidak boleh ada ‘gap’ antara pendidikan tinggi dan masyarakat. Pendidikan tinggi adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat. Pada akhirnya, diharapkan bahwa akan semakin terbentuk persamaan persepsi dan visi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan warga dalam membangun Indonesia khususnya lingkungan sekitar,” tutupnya. (UMF)