Pengelolaan Perpustakaan Universitas BSI Bersama Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Melalui Workshop

0 111

BSINews, Bogor – Perpustakaan Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengikuti kegiatan workshop bahan pustaka yang diselenggarakan oleh Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Pada kesempatan kali ini, pustakawan Perpustakaan Universitas BSI kampus Bogor, Irfan Nurchoir, bersama dengan 60 undangan khusus lainnya dari berbagai unsur pustakawan dan pengelola perpustakaan baik dari Kementerian/Lembaga, Perguruan Tinggi, Sekolah, dan Perpustakaan Umum Kab/Kota Bogor turut hadir dalam acara tersebut.

Workshop ini dilaksanakan di Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Kementerian Pertanianm Jakarta pada Kamis (27/6). Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dengan perpustakaan lain dalam rangka menyelamatkan dan melestarikan informasi.

Baca juga: Perpustakaan Universitas BSI Kampus Purwokerto Dapat Tambahan Buku Karya Dosen, Ini Bocorannya!

Pemberian materi workshop disampaikan oleh Ir. Eka Kusmayadi, seorang pustakawan ahli madya di Laboratorium Preservasi Bahan Perpustakaan di PUSTAKA. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa preservasi merupakan upaya penting untuk menjaga warisan budaya dan pengetahuan manusia.

“Dengan mempertahankan kondisi fisik dan digital koleksi, kita dapat memastikan akses jangka panjang bagi generasi mendatang,” katanya, Kamis (27/6).

Dalam workshop ini diberikan study kasus yang masing-masing terdiri dari 10 orang dalam setiap kelompok untuk praktik secara langsung kegiatan alih media digital, bleaching, laminasi, dan penjilidan.

“Alih media digital berfungsi untuk menyelamatkan informasi dari koleksi, terutama koleksi antiquariat (usia koleksi di atas 50 tahun) yang lebih rawan mengalami kerusakan fisik. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin khusus alih media digital dan aplikasi scan yang sesuai dengan alat scanning yang tersedia,” jelasnya.

Lalu, setelah alih media digital selesai, dilanjutkan dengan bleaching bahan pustaka, yaitu merendam bahan pustaka menggunakan tiga bahan khusus yang berfungsi menghilangkan noda pada kertas dan memperkuat sehingga tidak mudah rapuh.

Kemudian setelah itu, dilakukan laminasi untuk memperkuat bahan pustaka agar tidak mudah rusak, dan tahap terakhir adalah penjilidan bahan pustaka. Penjilidan berfungsi memperbaiki kerusakan jilidan pada koleksi buku atau menjilid koleksi serial agar terbundel menjadi satu dalam satu periode terbitan.

Baca juga: Peran Sentral Perpustakaan Dalam Membentuk Literasi Kampus

Irfan Nurchoir berpendapat bahwa melalui kegiatan ini, dapat membantu meningkatkan kompetensi pustakawan atau pengelola Perpustakaan Universitas BSI dalam melakukan pelestarian informasi dan bahan pustaka. Dengan demikian, pustakawan Universitas BSI dapat mengetahui bagaimana menangani dan merawat bahan pustaka dengan baik dan benar.

“Dengan partisipasi aktif dalam workshop ini, Universitas BSI menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan perpustakaan yang lebih baik dan berkelanjutan, serta menjaga warisan budaya dan pengetahuan untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.