Bentuk Karakter Anak Berakhlakul Karimah, Dengan Teladani Kisah-Kisah Nabi & Rasul
BSINews, Tangerang – Masjid Al-Mukhlisin di Perumahan Total Persada Raya, Tangerang, dipenuhi anak-anak dan remaja yang antusias menengarkan kisah-kisah nabi dan rasul, pada Minggu (5/5). Ternyata hal tersebut karena adanya kegiatan dari mahasiswa Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tangerang, yang memberikan edukasi terkait nilai-nilai luhur dari kisah Nabi dan Rasul kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut terbalut dalam Pengabian Masyarakat dari para mahasiswa.
Pentingnya pembelajaran kisah Nabi dan Rasul untuk generasi muda
Generasi muda adalah penerus bangsa. Membekali mereka dengan hikmah dari kisah para Nabi dan Rasul membantu membentuk karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Kisah-kisah ini tidak hanya menjadi cerita sejarah, tetapi juga sumber inspirasi yang mendalam bagi kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga menghayati dan menerapkan nilai-nilainya,” ujar Muhammad Farel, selaku Koordinator Kegiatan.
Menurutnya, dengan memahami nilai-nilai ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, jujur, dan memiliki moral yang baik.
Acara yang seru dan interaktif
Dimulai pukul 16.00 WIB, acara ini dipenuhi dengan kegiatan seru: dari diskusi kelompok, permainan edukatif, hingga sesi tanya jawab. Anak-anak diajak aktif berpartisipasi, sehingga mereka bisa belajar dengan cara yang menyenangkan.
“Dalam sesi diskusi, anak-anak dan pra-remaja diajak untuk mengemukakan pendapat dan pertanyaan tentang kisah-kisah yang sedang dibahas. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul. Kegiatan ini juga dibarengi dengan pembagian buku-buku dan materi edukatif yang relevan, sehingga peserta dapat belajar lebih lanjut setelah pulang,” papar Farel.
Peserta, baik anak-anak maupun remaja, sangat antusias. Mereka aktif bertanya dan berpendapat. “Saya senang belajar tentang Nabi dan Rasul dengan cara ini. Jadi lebih tahu bagaimana menjadi anak yang baik,” kata seorang peserta berusia 10 tahun.
Antusiasme yang tinggi dari peserta menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dapat membuat mereka lebih tertarik dan memahami materi dengan lebih baik. Banyak dari mereka yang menyatakan keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang.
Dampak positif dan harapan
Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik. “Kami berharap anak-anak bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Farel.
Selain itu, orang tua dan masyarakat sekitar juga mengapresiasi acara ini dan berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan moral yang kuat.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa Universitas BSI yang telah menyelenggarakan acara ini. Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” ujar salah satu orang tua peserta.
Dukungan dari orang tua dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat dihargai dan memiliki dampak positif yang signifikan.