UBSI Gelar FGD Penyusunan Masterplan Desa Wisata Banyusoca di Gunungkidul

0 116

BSINews, Yogyakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Laporan Kemajuan Penyusunan Masterplan Desa Wisata Banyusoca pada Sabtu (12/10), di Hotel Santika Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.

FGD ini merupakan kelanjutan dari diskusi laporan pendahuluan yang telah dilaksanakan pada 29 September 2024 silam di Kalurahan Banyusoca. Acara ini merupakan bagian dari Program Dana Padanan (PDP) 2024 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk mendukung pengembangan desa wisata di Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga: Universitas BSI Hadiri FGD Drafting Paten, Gali Ilmu dan Inovasi di Kantor Kemenkumham DKI Jakarta

Kegiatan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Desa Banyusoca, perangkat desa, Pokdarwis, PKK, Karang Taruna, BUMDes, serta tokoh masyarakat setempat, dengan total peserta mencapai 30 orang. Perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul juga turut hadir, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan Desa Wisata Banyusoca sebagai destinasi unggulan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, menekankan pentingnya sinergi antara pemangku kepentingan lokal dan lembaga pendidikan seperti UBSI dalam menyusun masterplan berbasis potensi lokal.

“Desa Wisata Banyusoca memiliki potensi geowisata yang unik. Penyusunan masterplan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan desa yang berkelanjutan,” kata Supriyanta, dalam sambutannya.

Sambutan lain disampaikan oleh Carik Desa Banyusoca, Sumarwanto, yang mewakili Lurah Desa Banyusoca. Ia mengapresiasi upaya tim UBSI dalam mendampingi desa dengan pendekatan ilmiah yang sistematis.

“Kami berharap hasil FGD ini dapat menjadi panduan jelas bagi pengembangan desa wisata serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat,” ucapnya.

FGD ini menghadirkan dua narasumber utama yang berpengalaman di bidang pariwisata. Narasumber pertama, Bapak Ghifari Yuristiadi, dosen Universitas Gadjah Mada yang sedang menempuh program doktoral Kajian Pariwisata, yang membahas strategi pengelolaan desa wisata berbasis geowisata.

“Desa Banyusoca memiliki keunikan geologi yang bisa diangkat sebagai daya tarik wisata utama, namun perlu strategi yang terintegrasi agar potensi ini terkelola baik tanpa merusak lingkungan,” kata Ghifari.

Sementara itu, narasumber kedua, Yitno Purwoko, dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata API dan praktisi pendamping desa wisata, menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata.

“Keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci sukses pengembangan desa wisata. Pemberdayaan warga lokal tidak hanya meningkatkan ekonomi desa, tapi juga membangun rasa memiliki terhadap potensi wisata,” jelas Yitno.

Diskusi interaktif yang berlangsung dalam FGD ini menghasilkan sejumlah masukan penting, salah satunya dari perwakilan Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Kedungwanglu, Sumardiyono. Ia menekankan pentingnya kepastian status lahan sebelum pengembangan kawasan wisata untuk mencegah potensi konflik di masa depan.

Baca juga: Dorong Transformasi Kehumasan di Era Digital, Universitas BSI Ikuti FGD Kehumasan Inovatif

Ketua Tim Peneliti Masterplan dari UBSI, Dr. Ani Wijayanti, menyatakan bahwa masukan dari FGD ini akan menjadi panduan untuk menyelesaikan laporan akhir penyusunan masterplan. “Kami berkomitmen memastikan setiap masukan dipertimbangkan agar dokumen akhir masterplan sesuai dengan harapan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Tim peneliti UBSI, berencana segera merampungkan penyusunan laporan akhir masterplan Desa Wisata Banyusoca. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan Banyusoca sebagai destinasi wisata berbasis geowisata yang terintegrasi dan berkelanjutan di Gunungkidul.

“Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat ini dinilai penting untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya fokus pada daya tarik wisata, tetapi juga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan,” tutup Dr Ani.

Leave A Reply

Your email address will not be published.