Tips Jitu untuk Meningkatkan Brand Awareness Lewat Influencer Marketing

0 258

BSINews, Sukabumi — Universitas BSI Kampus Sukabumi kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk Jum’at Ilmiah yang pada 27 September 2024 mengangkat tema “Pemasaran Masa Kini: Influencer Marketing”. Seminar ini menghadirkan narasumber ahli di bidang pemasaran, Dr. Dicki Prayudi, dengan Lis Saumi Ramdhani sebagai moderator, bertempat di Ruang 203 Universitas BSI Kampus Sukabumi.

Dicki Prayudi membuka diskusi dengan menjelaskan bahwa influencer marketing telah menjadi pilar penting dalam strategi pemasaran modern. Menurutnya, “Influencer adalah sosok yang memiliki pengaruh besar di media sosial dan mampu memengaruhi perilaku pengikut mereka melalui konten yang mereka buat.”

Dicki menekankan bahwa bisnis yang ingin meningkatkan brand awareness dan membangun customer trust secara cepat kini banyak yang beralih ke influencer marketing. “Ada banyak manfaat yang diperoleh, termasuk peningkatan kredibilitas merek, kemampuan menargetkan audiens yang tepat, dan penguatan word of mouth (WOM),” tambahnya.

Baca juga : Mengupas Tuntas Strategi Influencer Marketing di Era Digital Melalui Jumat Ilmiah

Menurut data yang dipaparkan, influencer marketing diproyeksikan tumbuh hingga mencapai angka $13,8 miliar per tahun. Di Google, pencarian terkait influencer marketing meningkat hingga 456%, menandakan tingginya minat terhadap strategi pemasaran ini. “Sekitar 90% pemasar menganggapnya efektif, dengan hampir 49% konsumen mengandalkan rekomendasi dari influencer sebelum membuat keputusan pembelian,” jelas Dicki.

Dicki memaparkan bahwa pemilihan jenis influencer harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Ada empat kategori utama influencer:

  1. Mega Influencer: Mereka memiliki lebih dari satu juta pengikut dan umumnya digunakan oleh perusahaan besar dengan anggaran besar yang menargetkan audiens luas.
  2. Makro Influencer: Dengan pengikut antara 100 ribu hingga 1 juta, influencer ini ideal untuk startup yang ingin memperoleh eksposur cepat.
  3. Mikro Influencer: Pengikut mereka berkisar antara 1.000 hingga 100 ribu, seringkali lebih berfokus pada audiens spesifik dengan tingkat interaksi yang lebih tinggi.
  4. Nano Influencer: Dengan pengikut di bawah 1.000, influencer ini cocok untuk bisnis kecil dengan anggaran terbatas, seperti bisnis makanan lokal.

Dalam strategi influencer marketing, pengukuran efektivitas sangat penting. Dicki menekankan pentingnya metrik seperti Engagement Rate (ER), Conversion Rate (CR), dan Return on Investment (ROI).

Tips dan Strategi Terbaik, Meningkatkan Brand Awareness Melalui Influencer Marketing

“ER mengukur seberapa banyak audiens berinteraksi dengan konten, sementara CR menunjukkan berapa banyak audiens yang melakukan tindakan seperti pembelian setelah terpapar konten influencer. ROI sangat penting untuk melihat apakah investasi pada influencer menghasilkan keuntungan yang diinginkan,” ungkapnya.

Selain itu, ada metrik Cost per Engagement (CPE) yang menghitung biaya per interaksi yang dihasilkan, serta Reach & Impression yang menunjukkan jumlah unik pengguna yang melihat konten dan total tampilan konten.

Dicki juga menyoroti peran teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), dalam memfasilitasi influencer marketing. Berbagai platform AI seperti TRAACKR, UPFLUENCE, dan GRIN dapat membantu bisnis dalam menemukan influencer yang tepat serta memantau kinerja kampanye. “AI memungkinkan kita untuk lebih akurat dalam menargetkan audiens dan mengukur dampak kampanye secara real-time,” jelasnya.

Di akhir pemaparannya, Dicki memberikan panduan praktis untuk menyusun strategi influencer marketing. Langkah pertama adalah menemukan influencer yang sesuai dan memahami struktur pembayaran mereka. “Anda perlu menetapkan anggaran dan strategi manajemen, menentukan tujuan serta pesan kampanye, menjalin hubungan dengan influencer, dan secara berkala meninjau serta memperbaiki strategi yang dijalankan,” tuturnya.

Baca juga : Menuju Jembatan Karir: Universitas BSI Sukabumi dan PT Mandala Multifinance, Tbk Mewujudkan Peluang Kerja untuk Mahasiswa

Beliau juga menambahkan bahwa bisnis lokal, terutama di wilayah Sukabumi, dapat memanfaatkan influencer dengan skala lebih kecil, seperti nano dan mikro influencer, untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif dengan anggaran yang lebih terjangkau. Influencer lokal yang memiliki kredibilitas dan kedekatan dengan audiens dapat memberikan dampak signifikan terhadap citra bisnis.

Acara Jum’at Ilmiah ini memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya influencer marketing sebagai alat pemasaran masa kini. Dengan pertumbuhan pesat dan efektivitas yang terbukti, influencer marketing menjadi strategi yang tidak bisa diabaikan oleh bisnis di era digital. Universitas BSI Sukabumi terus berperan aktif dalam memberikan edukasi berkualitas bagi mahasiswa dan masyarakat luas, terutama di bidang pemasaran digital.

Melalui seminar ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang didapat untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih relevan dan inovatif di masa mendatang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.