Universitas BSI Berhasil Adakan Seminar AI yang Bikin Kepala Mahasiswa Prodi Informatika Berasap

0 181

BSINews, Jakarta – Gimana rasanya kalau satu ruangan dipenuhi mahasiswa dengan mata berbinar-binar, tapi otak mereka udah kepanasan ngebayangin potensi AI? Itulah vibe yang terasa di seminar “Penerapan AI dalam Pengembangan Sistem Cerdas” yang digelar Program Studi Informatika Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) pada Selasa, 22 Oktober 2024. Sejak awal acara, suasana udah kebayang bak workshop start-up Silicon Valley, minus hoodie Mark Zuckerberg tentunya.

Baca juga: ICAISD 2024 Siap Digelar, Bahas Peran AI dalam Pembangunan Berkelanjutan Kehidupan Digital

Dekan FTI Universitas BSI, Rachmat Adi Purnama, tampil membakar semangat (bukan literally ya). Rachmat ngejelasin kalau AI itu udah bukan barang futuristik lagi. “AI itu udah di depan pintu, tinggal tunggu kita nyambut dengan inovasi atau malah kabur ketakutan,” ujarnya, diiringi tatapan mahasiswa yang setuju tapi ngeri-ngeri sedap. Rachmat dengan luwes memotret masa depan di mana AI bisa jadi kunci ke industri yang makin melesat.

Nggak mau kalah, Kaprodi Informatika Universitas BSI Dr Sumanto, yang terkenal dengan presentasi super nyantai dan ‘no nonsense’, ngasih sambutan yang mirip kick-start speech. “Jangan cuma puas jadi penonton teknologi. Kalian harus berani jadi sutradaranya,” ucapnya. Mahasiswa yang tadinya nyender di kursi langsung maju sedikit—efek magic motivasi Sumanto memang udah jadi legenda.

Puncak seminar diisi sama Prof Dr Imas Sukaesih Sitanggang dari IPB. Prof Imas bawa materi tentang AI yang bikin ruangan kerasa dua derajat lebih panas—saking otaknya pada muter. Prof Imas ngebahas metodologi AI kayak machine learning, deep learning, sampai natural language processing yang bikin mahasiswa nyadar, “Wah, AI itu ternyata lebih dari sekadar chatbot tukang ngejawab, ‘Maaf, saya tidak paham permintaan Anda’.”

Prof Imas juga pamerin gimana AI udah mulai main di lapangan besar seperti pertanian buat prediksi cuaca, kesehatan buat diagnosa cerdas, sampai keuangan buat prediksi tren ekonomi. Ada satu momen di mana mahasiswa yang nanya tentang masa depan AI di Indonesia dapet jawaban yang bikin manggut-manggut: “Kita nggak kekurangan ide, cuma kurang yang nekat buat eksekusi.”

Baca juga: Workshop Desain Grafis AI Universitas BSI Kampus Jatiwaringin: Pemuda Dibikin Kagum, Inspirasi dan Kreativitas Level Naik!

Setelah sesi tanya jawab yang isinya debat seru antara mahasiswa dan narasumber, seminar ditutup dengan pesan pamungkas dari Prof Imas, “AI itu alat, bukan ancaman. Kalian yang menentukan bakal jadi senjata pembangunan atau malah cuma mainan. Pilihlah bijak.” Mahasiswa pulang dengan catatan penuh dan kepala berisi rencana ambisius buat jadi game changer di bidang AI.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.