Tim Dosen Universitas BSI Pontianak Tingkatkan Computational Thinking Anak-Anak di Rumah Pintar Punggur Cerdas Melalui Unplugged Coding
BSINews, Pontianak — Pada bulan Oktober 2024, tim dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Pontianak mengadakan kegiatan penelitian dengan tema “Implementasi Unplugged Coding dalam Upaya Peningkatan Computational Thinking” di Rumah Pintar Punggur Cerdas, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek dan dipimpin oleh Nurfia, didampingi oleh Yeni dan Yoki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan computational thinking (CT) pada anak-anak melalui metode unplugged coding, yaitu pemrograman tanpa perangkat komputer. Mahasiswa pendamping, Ghani, Nadiya, dan Burhan, turut membantu merancang kegiatan selama empat minggu dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan.
Sebelum kegiatan dimulai, tim penelitian menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa stakeholder, termasuk pengajar dan pengelola Rumah Pintar Punggur Cerdas, untuk memastikan program pelatihan sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
Kegiatan minggu pertama berlangsung pada tanggal 6 Oktober 2024, diawali dengan Pre-Test Bebras untuk mengukur pemahaman dasar CT anak-anak. Materi minggu pertama berfokus pada konsep algoritma, disampaikan melalui aktivitas permainan yang menekankan pentingnya langkah-langkah terstruktur dalam memecahkan masalah. Meskipun awalnya anak-anak merasa cemas karena konsepnya masih baru, mereka mulai memahami cara berpikir berurutan dan terstruktur. Aktivitas ini membantu anak-anak merasa lebih nyaman dan membangkitkan minat untuk belajar lebih jauh.
Computational Thinking Anak-Anak di Rumah Pintar Punggur Cerdas Melalui Unplugged Coding
Pada minggu kedua, tanggal 13 Oktober 2024, kegiatan dilanjutkan dengan latihan unplugged coding lanjutan yang memperkenalkan tiga konsep dasar CT lainnya: abstraksi, rekognisi pola, dan dekomposisi. Dalam sesi ini, anak-anak belajar menyederhanakan masalah kompleks (abstraksi), mengenali pola-pola yang berulang (rekognisi pola), serta memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil (dekomposisi). Kegiatan dilakukan melalui permainan dan aktivitas yang melibatkan cerita dan gambar, sehingga anak-anak dapat mempraktikkan ketiga konsep dengan cara yang seru. Mereka menjadi lebih antusias saat berhasil memecahkan masalah, terutama setelah memahami pola-pola yang tersembunyi dalam tantangan yang diberikan.
Pada minggu ketiga, tanggal 20 Oktober 2024, anak-anak melanjutkan kegiatan unplugged coding dengan tambahan latihan menggunakan robot coding sederhana. Pada tahap ini, mereka menerapkan kembali konsep-konsep CT seperti algoritma, abstraksi, rekognisi pola, dan dekomposisi, dengan memberikan instruksi pada robot dan melihat bagaimana robot merespons perintah mereka. Mereka tampak sangat antusias saat menyaksikan bagaimana robot bergerak sesuai dengan urutan instruksi yang telah disusun. Pengalaman ini membantu memperdalam pemahaman mereka tentang bagaimana pola dan langkah-langkah kecil dapat dihubungkan menjadi solusi yang lebih besar.
Minggu keempat, yang dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2024, menjadi tahap akhir rangkaian pelatihan, di mana anak-anak kembali mengikuti Post-Test Bebras untuk melihat peningkatan kemampuan CT mereka setelah empat minggu pelatihan. Tes ini menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan peningkatan signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah dan penerapan konsep CT. Setelah tes, tim dosen menyerahkan modul pembelajaran “Lagur” dan “Usu” yang berisi latihan lanjutan unplugged coding untuk dipelajari anak-anak di rumah. Selain itu, mereka juga diberikan aplikasi tambahan sebagai sarana untuk mendukung latihan secara digital.
Pengurus Rumah Pintar Punggur Cerdas menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat membantu anak-anak untuk memahami dasar pemrograman dan computational thinking dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Mereka jadi lebih percaya diri, dan kami sangat berterima kasih kepada tim dosen Universitas BSI serta Kemendikbud Ristek yang telah mendukung kegiatan ini. Harapannya, program seperti ini dapat berlanjut di masa depan,” ungkapnya.
Nurfia, selaku ketua tim penelitian, menyampaikan apresiasi terhadap semangat anak-anak selama pelatihan. “Kegiatan ini adalah langkah awal yang penting untuk mengenalkan computational thinking sejak dini. Kami berharap Rumah Pintar bisa terus memanfaatkan modul dan alat yang telah diberikan untuk melanjutkan pendidikan CT ini.” Ia juga berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek yang telah mendukung pendanaan kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan digital generasi muda sejak dini.