BSINews, Jakarta — Program studi Informatika, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan teknologi terkini melalui seminar bertajuk “Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam Pengembangan Sistem Cerdas” pada Kamis, 31 Oktober 2024. Seminar yang diadakan di Aula Universitas BSI kampus Kampus Kramat ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa semester 1 pada teknologi AI yang semakin relevan di berbagai industri, termasuk sektor pertanian.
Dipandu oleh Waeisul Bismi selaku moderator, seminar ini diisi oleh Dr. Karlisa Priandana sebagai pemateri utama. Dr. Karlisa membuka acara dengan membahas dasar-dasar machine learning, sub-bidang AI yang berfokus pada kemampuan sistem untuk belajar dari data dan membuat prediksi atau keputusan tanpa instruksi pemrograman yang eksplisit.
Karlisa menjelaskan konsep Artificial Neural Network yang memungkinkan sistem cerdas meniru cara kerja otak manusia dalam menganalisis data dan mengambil keputusan.
“Seminar ini memberikan dasar penting bagi mahasiswa agar memahami bagaimana machine learning bekerja. Dengan memahami konsep seperti Artificial Neural Network, mahasiswa akan dapat melihat bagaimana sistem cerdas meniru cara kerja otak manusia dalam menganalisis dan memproses data,” jelas Karlisa.
Lebih lanjut, Dr. Karlisa juga menjelaskan penerapan AI dalam bidang pertanian melalui teknologi drone dan robot yang didukung algoritma Ant-Colony Optimization (ACO). “Algoritma ini memungkinkan koordinasi antar-drone untuk pemantauan dan pemupukan lahan secara efektif,” ungkapnya. Menurutnya, teknologi ini membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan lahan pertanian.
Optimalkan Teknologi Cerdas, Universitas BSI Bahas AI dalam Pertanian dan Sistem Industri
Selain itu, Dr. Karlisa membahas penggunaan Particle Swarm Optimization (PSO) untuk sistem multi-robot. “Algoritma PSO membantu robot bergerak lebih efisien, mendukung tugas-tugas seperti penanaman dan pemupukan,” jelasnya. Teknologi AI ini, lanjutnya, sudah terbukti meningkatkan akurasi dalam pemeliharaan tanaman.
Dr. Karlisa juga memperkenalkan konsep urban indoor vertical farming, yang semakin diminati sebagai solusi untuk keterbatasan lahan di perkotaan. “Dengan memanfaatkan sensor statis dan mobile untuk pemantauan lingkungan dalam ruangan, petani bisa mengontrol kondisi dengan lebih presisi,” terangnya.
Ia berharap seminar ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi besar AI dalam industri pertanian dan bidang lainnya. “Semoga mahasiswa UBSI termotivasi untuk menciptakan inovasi yang bisa menjawab tantangan global,” pungkas Dr. Karlisa.
Baca juga : Universitas BSI Berhasil Adakan Seminar AI yang Bikin Kepala Mahasiswa Prodi Informatika Berasap
Sementara itu, Waeisul Bismi mengatakan seminar ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa semester 1 tentang peran teknologi AI yang semakin berkembang di berbagai sektor, khususnya pertanian dan industri.
“Melalui acara ini, kami ingin mahasiswa memahami konsep dasar AI, mulai dari machine learning hingga penerapannya dalam berbagai bidang,” tutupnya.