Universitas BSI Dukung SMKN 50 Jakarta Gelar FGD untuk Perkuat Kolaborasi Industri dan Pendidikan Vokasi di Bidang Digital Printing

0 128

BSINews, Jakarta- Dalam rangka memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 50 Jakarta mengadakan Forum Group Discussion (FGD) yang didukung oleh Rio Septian, dosen pendamping SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) pada Selasa 12 November 2024. Acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai dunia digital printing, khususnya di bidang cetak sablon digital pada kaos, yang semakin relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.

Baca Juga: Forum Group Discussion Program Studi Sistem Informasi UBSI Dengan PT. Nusa Tekno Global

FGD yang berlangsung pada 12 November 2024 ini dihadiri oleh berbagai mitra industri, termasuk PT Karamel Kreatifindo dan PT Brightstop, yang menjadi tamu undangan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka dengan para siswa. Kolaborasi dengan mitra industri diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai standar serta kebutuhan industri, dan juga memfasilitasi pengalaman langsung bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Chepy Nurdiansyah, pemilik Oxcart Room dan pembicara utama dalam FGD ini, menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam mengenai industri sablon digital bagi para siswa SMKN 50 Jakarta.

“Industri sablon digital adalah salah satu sektor yang berkembang pesat, terutama di era industri kreatif ini. Proses sablon bukan hanya soal teknik cetak, tetapi juga melibatkan kreativitas dan pemilihan bahan yang tepat, yang semuanya mempengaruhi hasil akhir produk,” ujar Chepy.

Melalui materi yang dibawakan, Chepy mengungkapkan berbagai aspek penting dalam dunia sablon digital, mulai dari pemilihan bahan yang sesuai, teknik cetak yang efisien, hingga pengelolaan produksi yang efektif untuk memenuhi standar industri.

“Siswa perlu memahami bahwa setiap detail dalam proses sablon—dari desain hingga eksekusi—berperan besar dalam menciptakan produk yang berkualitas. Dengan pemahaman ini, mereka dapat lebih siap untuk terjun ke dunia kerja dan menghadapi tantangan di industri sablon yang terus berkembang,” tambahnya.

Rio Septian dosen pendamping SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) dari Universitas BSI, menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan dan industri untuk mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

“Kolaborasi antara sekolah dan industri sangat penting dalam memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Rio.

Baca Juga: Universitas BSI Dukung FGD Industri Digital SMK Muhammadiyah 5 Jakarta

Melalui Forum Group Discussion (FGD) ini, Rio berharap para siswa SMKN 50 Jakarta dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai industri digital printing, khususnya sablon digital, yang kini semakin berkembang seiring dengan pesatnya industri kreatif.

“Kami berharap siswa dapat melihat langsung bagaimana dunia industri bekerja, memahami tantangan yang ada, serta menemukan peluang karier yang menarik di sektor ini,” tambahnya.(RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.