Semarang, BSINews – Dari Purbalingga, Jawa Tengah, Nalendro Adil Satyadi, atau akrab disapa Nalen, adalah bukti nyata bahwa kesuksesan di bidang IT bukan hanya tentang teori, tapi juga praktik dan keberanian bermimpi besar.
Lulusan terbaik Program Studi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) ini menjalani hari-harinya sebagai programmer fullstack di PT Penerbit Erlangga sambil melanjutkan kuliah ekstensi S1 secara daring di UBSI Kampus Kramat 98.
Baca juga: Lulusan Terbaik UBSI dari Banyumas yang Jatuh Cinta pada Coding dan Komunitas Desa
Sejak SMP, Nalen sudah jatuh cinta pada dunia IT. “Minat saya terhadap coding tumbuh saat di SMK, dan saya tahu jurusan Sistem Informasi adalah pilihan yang tepat,” ujar Nalen.
Cita-citanya sederhana tapi penuh tantangan: bekerja di perusahaan IT ternama dan terus berkembang di bidang cloud computing.
Mata kuliah favoritnya? Semua yang berbau coding, seperti Web Programming, Basis Data, dan Rekayasa Perangkat Lunak. “Saya suka memecahkan masalah dan mendesain arsitektur sistem. Rasanya seperti menyusun puzzle yang hasil akhirnya bikin puas,” tuturnya.
Meski sibuk bekerja sebagai programmer di salah satu penerbit besar, Nalen tetap punya waktu untuk hobinya, yakni fotografi. “Ini cara saya untuk mengimbangi kerja dan belajar. Di weekdays fokus belajar dan coding, di weekend waktunya recharge dengan istirahat dan hobi,” katanya.
Nalen percaya pada filosofi learning by doing. Baginya, teori di kelas seringkali berbeda dengan praktik di dunia kerja. “Kuncinya adalah terus mencoba. Jangan takut salah, karena dari kesalahan itulah kita belajar,” ungkapnya.
Saat dinyatakan sebagai lulusan cum laude, Nalen merasa bangga sekaligus bersyukur. “Semua ini berkat dukungan orang tua dan kerja keras bersama teman-teman seperjuangan,” katanya dengan nada rendah hati.
Namun, ia juga memberikan saran agar UBSI terus meningkatkan kualitas, terutama dalam materi ajar yang harus lebih relevan dengan perkembangan industri IT. “Meski begitu, saya sangat bersyukur UBSI mendukung program MSIB. Program ini membuka jalan bagi mahasiswa untuk merasakan dunia kerja yang sesungguhnya,” tambahnya.
Nalen berharap lulusan UBSI bisa bersaing dengan alumni kampus-kampus top negeri. “Nggak ada yang menghalangi kita untuk belajar dan bersaing. Yang penting percaya diri dan terus asah kemampuan,” ujarnya.
Untuk adik tingkat, pesannya singkat tapi mengena: “Jangan berhenti belajar. Dunia IT itu luas dan penuh peluang. Dari cybersecurity, cloud computing, AI, hingga data, semuanya cerah. Jangan takut untuk bermimpi besar.”
Baca juga: Nanda, Sang Ratu Excel dan Bahasa Korea dari Sragen: Cum Laude yang Siap Mengubah Angka Jadi Peluang
Nalendro Adil Satyadi adalah bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dari coding di SMK hingga menjadi programmer fullstack, ia terus membuktikan bahwa semangat dan kerja keras bisa membawa siapa saja ke tempat yang lebih tinggi.
Buat kamu yang masih bingung antara kuliah, kerja, atau hobi, ingatlah pesan Nalen, bahwa work-life balance itu kunci. Karena siapa bilang jadi programmer harus meninggalkan hobi?(ACH)