Semarang, BSINews – Di aula megah Hotel Patra Jasa, Semarang, dua sosok ibu, Kartini dan Sumiarti, terlihat sumringah. Bukan tanpa alasan. Hari ini, mereka menyaksikan momen membanggakan ketika anak-anak mereka dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Purwokerto diwisuda. Bagi mereka, toga yang dikenakan anak-anaknya adalah bukti nyata hasil doa panjang dan usaha tanpa lelah.
Kartini tak bisa menyembunyikan perasaannya. Dengan senyum yang terus mengembang, ia berkata, “Saya bahagia sekali. Melihat anak saya berhasil sampai di tahap ini adalah kebanggaan terbesar untuk saya sebagai ibu. Semua lelah terbayar.”
Di sisi lain, Sumiarti, dengan nada penuh syukur, menambahkan, “Setiap malam, saya selalu mendoakan agar anak saya bisa menyelesaikan studinya dengan baik. Hari ini, doa itu terjawab. Ini bukan hanya kesuksesan dia, tapi juga kebahagiaan untuk kami sekeluarga.”
Sebagai ibu, mereka tak lupa menitipkan pesan untuk anak-anaknya yang baru saja menutup lembaran akademik. “Nak, ini adalah awal perjalanan. Jangan pernah berhenti belajar dan berbuat baik. Ingat, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Kartini dengan nada bijak.
Sumiarti menambahkan, “Semoga ilmu yang kalian dapatkan dari UBSI bisa membawa manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Dan jangan lupa untuk terus rendah hati dan bersyukur.”
Menurut kedua ibu ini, wisuda bukan akhir dari segalanya. Mereka sepakat bahwa kelulusan adalah pintu pembuka menuju dunia yang lebih besar dan penuh tantangan. “Kami percaya, anak-anak kami sudah punya bekal yang cukup untuk melangkah. Doa kami akan terus menyertai mereka,” kata Sumiarti.
Baca juga: Toga Anak Kami Adalah Bukti Pengorbanan dan Doa yang Tak Pernah Putus!
Bagi Kartini dan Sumiarti, hari ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras anak-anak mereka dan doa dari para orang tua tak pernah sia-sia. Wisuda ini bukan hanya milik sang anak, tetapi juga sebuah perayaan untuk mereka yang selalu ada di balik layar.(ACH)