Workshop Digital Kreatif: TDKF dan UBSI Tasikmalaya Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya di Era Digital
BSINews, Tasikmalaya-Tasik Digital Kreatif Forum (TDKF) bersama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya sukses menyelenggarakan Workshop Digital Kreatif pada Minggu, 26 Januari 2025, di Aula Kampus UBSI Tasikmalaya. Mengusung tema “Peluang dan Tantangan Transformasi Budaya di Era Digital”, kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, terutama dari kalangan generasi muda yang berkolaborasi dengan Komunitas Wibu Aliansi Tasikmalaya (WATASI).
Workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang yang membahas tantangan serta peluang dalam era digital. Arnik Agniya Fikriyah Wakil II Wanoja Budaya Jawa Barat 2024, mengawali sesi dengan mengupas tantangan yang dihadapi budaya lokal dalam arus digital. Ia menyoroti dominasi konten global yang berpotensi mengikis tradisi serta nilai-nilai budaya lokal. Menurut Arnik, jika generasi muda tidak dilibatkan dalam pelestarian budaya, maka fenomena “erosi identitas budaya” bisa menjadi ancaman nyata.
Narasumber kedua, Nega Dante, selaku Ketua Komunitas Wibu Aliansi Tasikmalaya (WATASI), membahas pengaruh budaya pop Jepang di kalangan anak muda. Ia mengungkapkan bahwa perkembangan digital membuka banyak peluang, termasuk dalam bisnis kreatif seperti penjualan kostum cosplay dan merchandise bertema anime. Menurutnya, kreativitas anak muda yang terinspirasi dari budaya Jepang dapat menjadi potensi bisnis jika dikelola dengan baik.
Sementara itu, Herlan Sutisna Dosen UBSI Kampus Tasikmalaya, mengajak peserta untuk memanfaatkan arus digital dalam memperkenalkan budaya lokal ke kancah internasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman tradisional dan kreator digital guna menciptakan karya seni modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Menurutnya, internet adalah jembatan untuk memperkuat identitas budaya melalui kolaborasi lintas budaya yang inovatif.
Workshop yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari kalangan pelajar, guru, masyarakat umum, hingga anggota komunitas Wibu Aliansi Tasikmalaya ini berlangsung interaktif. Haerul Fatah selaku Ketua TDKF sekaligus moderator acara, memberikan tanggapannya mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya di era digital.
“Anak muda saat ini harus menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya lokal. Kita hidup di zaman yang penuh dengan peluang digital, dan ini adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya kita ke dunia internasional. Jangan sampai budaya lokal hanya menjadi kenangan, sementara budaya asing justru semakin mendominasi,” ujar Haerul.
Haerul juga menambahkan bahwa kolaborasi antara komunitas kreatif dengan pelaku budaya tradisional dapat melahirkan karya yang unik dan bernilai tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti workshop ini menjadi langkah awal untuk mendorong generasi muda berani berkreasi dengan tetap membawa identitas budaya lokal sebagai ciri khas mereka.
Baca Juga: Perkenalkan Teknologi AI, UBSI Bersama SMK Yadika 3 Jakarta Gelar Workshop Digital Kreatif
Workshop ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan digital. Kolaborasi lintas budaya yang kreatif diharapkan dapat menciptakan inovasi baru yang memperkuat budaya Indonesia di panggung global.(RDX)