Mari bersaing demi prestasi, Bravo Broadcasting BSI!!
Jakarta BSI News
Tak
heran banyak mahasiswa/i yang kreatif, berlomba-lomba mengikuti ajang
eksistensi untuk menampilkan karya yang mereka buat untuk mendapat apresiasi
dari khalayak umum. Dan maka dari itu Mahasiswa dari Bina Sarana Informatika
sering mengikuti berbagai macam lomba atau festival yang di adakan diluar Ruang
lingkup kampus mereka sendiri. Salah satunya Mahasiswa BSI Broadcasting yang
mendapat sebuah apresiasi yang baik dalam sebuah festival bergengsi di “PEKAN
KOMUNIKASI” yang di selenggarakan oleh Perguruan tinggi Negeri Universitas Indonesia yang telah di
mulai sejak tahun 2007 dan di ikuti oleh 100 universitas berbeda.
Acara
yang telah di selenggarakan mulai 20-24 Mei Dalam Pekan Komunikasi UI 2015 ini
memiliki banyak macam nama festival yang diperlombakan salah satunya Festival
Film CREABO
(Create and Broadcast) adalah salah satu mata acara dalam Pekan Komunikasi yang
merupakan persembahan dari program studi Industri Kreatif Penyiaran. Mahasiswa
Broadcasting BSI yang Mengikuti kegiatan lomba film Creabo masuk dalam 10
finalis bersaing dengan Universitas Ternama di Indonesia seperti Universitas
Pelita Harapan, Universitas Telkom, BINUS, Universitas Padjajaran, Politeknik
Negeri Semarang, Universitas Katolik Widya Mandala dan Institut Teknologi
Bandung mampu bersaing dari seleksi puluhan film yang masuk.
Acara
kompetisi film ini sangat kompetitif dimana pada 22 mei 2015,10 film finalis di
screeningkan ditonton oleh khalayak umum lalu di presentasikan kepada dewan
juri tentang film yang mereka buat. Keesokan harinya para peserta finalis
diajak berkunjung dan di berikan workshop oleh CNN INDONESIA. Waktu yang
telah ditunggu para finalis adalah malam puncak AWARDING CREABO yang
dimulai jam 19.30-23.30 wib. Pada tanggal 24 mei 2015 Mahasiswa Broadcasting
BSI meraih 2 kategori yaitu sebagai Sinematographi terbaik dan Film Terfavorit
dengan judul film “Jadikan Aku Manusia
Pengiring Pola Yang Berputar” Yang menceritakan tentang seorang gadis yang
mengidap penyakit anoxic reflex yaitu
penyakit menyebabkan kejang-kejang dan mematikan jika mengeluarkan air mata dan
hatinya merasa sedih film pendek karya mahasiswa Broadcasting BSI ini mendapatkan
3 sertifikat dan uang pembinaan. Dari beberapa kategori pemenang hanya kampus
Bina Sarana Informatika dan Kampus ITB yang menang dari beberapa kategori film
pendek.
Karya
tersebut dikategorikan berhasil mendapatkan reward tentunya merupakan dari
hasil kerja keras para crew yaitu produser Bayu Kholid Alfarizy, sutradara
Sulaeman dan Penulis Naskah Adam Wiradi Arif mahasiswa BSI aktif tingkat akhir.
Walaupun penyelenggara sempat mengecewakan pada saat malam apresiasi namun rasa
bangga dapat bersaing dengan universitas terkemuka di Indonesia. “Acara seperti
ini harus sering digalakan untuk mengadu kreatifitas melalui audio visual dari
berbagai macam kampus untuk mengetahui kualitas para sineas muda dan nantinya
mahasiswa Broadcasting BSI akan terus mengirimkan karya mereka di berbagai
macam festival film nasional maupun internasional ” tutur Haryo windratno
mentor dari mahasiwa broadcasting BSI.
Sesuai
dengan Motto Broadcasting BSI “tunjukan prestasi bukan sensasi” mampu
menunjukan bahwa mahasiswa Broadcasting BSI dapat berprestasi dan bersaing
dengan yang lain. (vvs)