Mahasiswa UBSI Dimatangkan Sebelum Terjun ke Desa, Pembekalan BSI Explore 2026 Bekali Fisik hingga Public Speaking
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memantapkan persiapan pelaksanaan BSI Explore 2026 melalui kegiatan pembekalan yang digelar pada Kamis (23/7). Kegiatan ini menjadi tahap penting untuk membekali mahasiswa sebelum terjun langsung melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di desa-desa binaan.
Pembekalan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat kesiapan fisik, mental, kemampuan komunikasi, hingga keterampilan menyampaikan materi edukasi kepada masyarakat. Bekal tersebut diharapkan mampu membantu peserta beradaptasi dengan berbagai kondisi yang akan ditemui selama berada di lokasi pengabdian.
Baca juga: BSI Explore Jadi Pengalaman Berharga, Cantika Nur Mutiara Kenang Pengabdian di Desa Lengkong Wetan
Wakil Ketua Pelaksana BSI Explore 2026, Mulyadi menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan peserta dalam menghadapi dinamika di lapangan.
“BSI Explore 2026 bukan sekadar kegiatan pengabdian biasa. Mahasiswa harus datang dengan energi, fisik, dan mental yang siap karena pengalaman yang akan diperoleh di lapangan sangat luar biasa. Kami berharap seluruh peserta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujar Mulyadi dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (27/7).
BSI Explore 2026 jadi Manfaat bagi Masyarakat
Sementara itu, Ketua Pelaksana BSI Explore 2026, Ade Suryadi menjelaskan bahwa program ini terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas. Ia mengungkapkan bahwa penyelenggara mulai membuka peluang untuk memperluas pelaksanaan BSI Explore ke luar Pulau Jawa pada tahun-tahun mendatang.
“Ke depan kami ingin memperluas jangkauan BSI Explore hingga ke daerah lain seperti Sumatera maupun Belitung. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program pengabdian mahasiswa UBSI,” jelas Ade dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (27/7).
Ade juga menambahkan bahwa lokasi pelaksanaan BSI Explore 2026 dipilih berdasarkan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mahasiswa lebih banyak ditempatkan di wilayah semi perkotaan, tahun ini peserta akan memperoleh pengalaman baru dengan menjalankan pengabdian di kawasan pesisir.
“Perubahan lokasi ini menjadi bagian dari evaluasi kami agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih beragam sekaligus mampu memahami karakter masyarakat di lingkungan yang berbeda,” tambahnya.
Selain menerima materi teknis, peserta juga mendapatkan kesempatan belajar langsung dari alumni BSI Explore. Meutya Febi Santoso, peserta BSI Explore 2025 yang kali ini bertugas sebagai master of ceremony, mengajak seluruh peserta memanfaatkan setiap sesi pembekalan karena seluruh materi memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan program di desa.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu keterampilan yang paling sering digunakan saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Public speaking menjadi bekal penting karena nantinya mahasiswa akan banyak berdialog, memberikan edukasi, hingga memimpin berbagai kegiatan bersama masyarakat,” ungkap Meutya dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (27/7).
Pembekalan juga menghadirkan Zahra dosen Program Studi Manajemen UBSI Kampus Kaliabang dan Cibitung, yang memberikan materi micro teaching. Dalam sesi tersebut, peserta dilatih menyampaikan informasi secara sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Menurut Zahra, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan program pengabdian.
“Mahasiswa perlu mampu menyederhanakan materi yang dimiliki sehingga lebih mudah dipahami masyarakat. Penyampaian yang kreatif dan komunikatif akan membuat program kerja menjadi lebih efektif,” jelas Zahra dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (27/7).
Menjelang akhir kegiatan, Adila Salsabila Naifa, alumni BSI Explore 2025, turut membagikan pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada peserta. Ia mengingatkan bahwa pengabdian di desa bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
“Manfaatkan setiap momen selama berada di desa. Jangan hanya fokus menjalankan program kerja, tetapi kenali juga kehidupan masyarakat dan nikmati setiap prosesnya karena pengalaman seperti ini belum tentu datang untuk kedua kalinya,” pesan Adila dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (27/7).
Melalui pembekalan ini, UBSI berharap seluruh peserta BSI Explore 2026 mampu menjalankan pengabdian secara profesional, adaptif, dan penuh tanggung jawab. Selain memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana membentuk karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, jiwa kepemimpinan, serta semangat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Baca juga: BSI Explore Jadi Pengalaman Berharga, Alumni Bagikan Kisah Mengabdi di Desa Malangnengah
Di UBSI, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata melalui berbagai program pengembangan diri, salah satunya BSI Explore, yang memberikan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi.
Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman belajar yang berdampak sekaligus mempersiapkan diri menjadi lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dan masyarakat, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI masih dibuka. Informasi lengkap mengenai program studi, beasiswa, jadwal pendaftaran, dan proses registrasi dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.