Es Krim dan Strategi Bisnis? Mahasiswa UBSI Buka Fakta Menarik Soal Wall’s
BSINews, Jakarta — Bukan cuma soal rasa, kepuasan konsumen terhadap es krim Wall’s ternyata juga dipengaruhi oleh strategi harga dan kekuatan citra merek. Fakta ini diungkap oleh tiga mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yaitu Dea Amelia, Rennita Aulia Putri, dan Yuniar Loi, dibawah bimbingan Muhammad Abdullah sebagai dosen. setelah melakukan penelitian di Kabupaten Bekasi dengan responden aktif pengguna produk Wall’s.
Dalam kajian artikel yang dimuat di Jurnal ARASTIRMA Vol. 5 No. 1, Februari 2025, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Para mahasiswa menemukan bahwa variabel harga memberikan kontribusi paling besar terhadap kepuasan konsumen. Disusul oleh citra merek yang secara khusus memperkuat persepsi positif pelanggan terhadap produk Wall’s.
“Tujuan kami memang ingin melihat seberapa besar peran harga dan citra merek dalam membentuk kepuasan konsumen di wilayah lokal seperti Bekasi,” jelas Dea Amelia. “Dari data yang kami olah, terlihat bahwa harga yang dianggap sesuai dan kualitas merek yang baik membuat pelanggan merasa puas dan cenderung loyal.”
Mahasiswa UBSI Buka Fakta Menarik Soal Es Krim Wall’s
Rennita Aulia Putri menambahkan bahwa salah satu temuan menarik adalah tingginya pengaruh dari user image, yaitu kesan positif yang dialami konsumen saat mengonsumsi es krim Wall’s. “Konsumen menganggap Wall’s tidak hanya enak, tapi juga bisa memperbaiki suasana hati. Itu memberi nilai emosional yang kuat terhadap merek,” katanya.
Sementara itu, Yuniar Loi menyoroti bahwa meski Wall’s sudah dikenal luas, aspek corporate image masih belum begitu menonjol. “Banyak konsumen belum tahu siapa perusahaan di balik produk yang mereka sukai. Ini menjadi catatan penting bagi strategi komunikasi merek,” ujarnya.
Muhammad Abdullah, selaku dosen pembimbing, mengapresiasi riset ini sebagai langkah konkret mahasiswa dalam menghubungkan teori dan praktik. Ia menilai penelitian ini relevan dengan dinamika pasar lokal yang semakin kompetitif.
“Mahasiswa tidak hanya belajar konsep pemasaran di kelas, tapi juga mengujinya langsung di lapangan. Ini luar biasa. Riset seperti ini bisa jadi referensi penting bagi pelaku usaha, khususnya dalam merancang strategi berbasis pengalaman konsumen,” tutur Abdullah.
Melalui penelitian ini, mahasiswa UBSI tak hanya berhasil membaca tren perilaku konsumen, tapi juga memberikan rekomendasi yang membumi bagi brand besar seperti Wall’s dalam menjangkau pasar lokal dengan lebih tepat sasaran.