Testimoni Penuh Motivasi! Alumni Bukakan Jalan Menuju Karier Keperawatan yang Gemilang
BSINews, Jakarta – Aura inspirasi membuncah di Aula Gedung Rektorat UBSI Kampus Kramat 98 ketika alumni Akper Bina Insan, yang kini dalam proses penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), hadir membagikan kisah sukses mereka dalam dunia keperawatan. Seminar yang diinisiasi UBSI Kampus Salemba 45 pada Senin (28/4) lalu, ini menjadi saksi bahwa perjalanan alumni tak hanya penuh perjuangan, tapi juga kaya motivasi.
Salah satu yang menyita perhatian adalah Mari Lustanti Verningsih Gea, alumni kebanggaan yang kini menjabat sebagai perawat kamar operasi di Primaya Hospital PGI Cikini. Di hadapan peserta seminar, Gea dengan penuh semangat membagikan kisah perjuangannya meniti karier hingga mencapai posisi strategis tersebut.
Baca juga: Bukan Mimpi! Kerja di Jepang Jadi Nyata Lewat Program Keperawatan UBSI
Testimoni alumni keperawatan
“Saya sangat bersyukur punya dosen-dosen luar biasa yang bukan hanya mengajar teori dan praktik, tapi juga peduli pada masa depan karier kami,” ujar Gea.
Tak hanya berpengalaman di satu tempat, Gea juga pernah bertugas di Klinik Pratama Sehat dr Sriwidiani serta di RS Puri Medika sebagai perawat kamar operasi. Yang menarik, ia juga aktif dalam dunia terapi alternatif seperti bekam, totok wajah dan punggung, refleksi kaki, hingga perawatan holistik dan homecare.
“Bekerja sebagai perawat bukan hanya soal tindakan medis, tapi bagaimana memberi perhatian penuh pada pasien secara menyeluruh,” tambahnya.
Gea juga membagikan empat tips emas untuk menjadi perawat unggul di era modern. Pertama, Kelola waktu dengan baik; Kedua, bergabung dalam komunitas untuk memperluas wawasan; Ketiga, siapkan mental dan keterampilan untuk tantangan nyata; Dan terakhir, percaya diri! Karena keyakinan adalah kunci kesuksesan.
“Jika kalian percaya bisa sukses, maka kesuksesan akan mengikuti,” tegasnya memotivasi.
Baca juga: UBSI Buka Mata Gen Z! Keperawatan, Profesi Terhormat di Era Global
Selain Gea, dua alumni lainnya yakni Noviaty Wulandary dan Agustin Mega Anjani, melalui video rekaman turut menyampaikan kisah mereka yang kini sukses menjadi perawat profesional di Jepang. Ketiganya menjadi bukti nyata bahwa lulusan Prodi Keperawatan UBSI akan mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
Seminar ini sekaligus memperkuat komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam membekali mahasiswa keperawatan tak hanya dengan pengetahuan, tapi juga arah dan strategi karier yang terarah dan berkelanjutan.