Dari Pelosok Desa ke Panggung Nasional, Sindy Novela Kasih Tamparan Lembut Penuh Inspirasi Buat Finalis Puteri Indonesia 2025
BSINews, Jakarta – Rabu, 30 April 2025 kemarin jadi momen yang nggak biasa buat para finalis Puteri Indonesia 2025. Bukan soal catwalk atau latihan senyum manis ala ratu sejagat, tapi karena mereka kedatangan sosok inspiratif yang nggak hanya cantik di luar, tapi juga cerdas dan penuh makna, yakni Sindy Novela, Duta Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sekaligus Puteri Indonesia Jambi 2023.
Kali ini, Sindy hadir bukan cuma buat ngobrolin kecantikan, tapi juga buat ngajak para finalis mikirin makna keberanian, pendidikan, dan kebermanfaatan—dalam acara bertajuk “Empowering Future Leaders Through Education.”
Sindy, yang juga penerima beasiswa kuliah di UBSI, mengajak para finalis untuk jadi perempuan yang bukan cuma bersinar, tapi juga berdampak. Dalam sesinya, ia membawa dua tema besar, yaitu “Be Brave” dan “Be Right”. Dua frasa sederhana, tapi maknanya dalam banget.
Dalam sesi “Be Brave”, Sindy cerita soal awal mula perjuangannya dari desa kecil, hidup dengan segala keterbatasan, hingga akhirnya punya nyali buat ikut ajang Puteri Indonesia. Tapi semua keberanian itu, katanya, dibentuk karena ilmu pengetahuan.
“Lewat UBSI, aku bukan cuma dapat bangku kuliah, tapi juga panggung buat bersuara, menginspirasi anak-anak dan perempuan muda, dan jadi aktivis lingkungan yang berdampak nyata,” ungkap Sindy, Rabu (30/4) di Hotel Westin Jakarta.
Masuk ke bagian “Be Right” suasananya jadi makin menyentuh. Sindy bilang, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain.” Dan dia membuktikannya—dari aktivis desa, jadi motivator pendidikan, mendirikan yayasan lingkungan, hingga kini jadi pengusaha muda. Semua itu berangkat dari satu tekad, yaitu nggak mau berhenti jadi lebih baik dari kemarin, dan selalu percaya kalau kebaikan itu nular.
Kehadiran Sindy dan UBSI di acara ini nggak sekadar berbagi cerita, tapi juga ngebuka mata finalis bahwa pendidikan adalah kunci keberanian dan masa depan. Lewat info tentang program beasiswa UBSI, para finalis juga diajak buat percaya bahwa pendidikan tinggi bisa diakses siapa saja, termasuk mereka yang sedang menapaki jalan jadi public figure. Dan seperti pesan penutup Sindy, “Jangan cuma jadi berlian yang memantulkan cahaya orang lain. Jadilah cahaya itu sendiri.”
Momen ini bukan cuma menambah semangat para finalis Puteri Indonesia 2025, tapi juga membuktikan bahwa perempuan dengan ilmu dan tekad bisa mengubah dunia— dan UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif ada untuk jadi bagian dari proses itu dengan memberikan beasiswa kuliah S1 dan S2 bagi seluruh finalis Puteri Indonesia 2025.(ACH)