Caroline Angeliea Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Angkat Budaya Dayak Pesaguan Lewat Ajang Gawai Kalbar 2025
BSINews, Pontianak — Semangat melestarikan budaya lokal mendorong Caroline Angeliea, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak, untuk ikut serta dalam ajang Bujang Dara Gawai Kalbar 2025. Tak sekadar menjadi peserta, Caroline tampil sebagai wakil dari suku Dayak Pesaguan, membawa misi memperkenalkan budaya leluhurnya ke masyarakat luas.
Budaya Dayak Pesaguan yang masih jarang dikenal masyarakat umum, menurut Caroline, menyimpan banyak nilai filosofi dan estetika yang patut diangkat. Mulai dari adat istiadat, busana tradisional, hingga nilai-nilai gotong royong dan kehidupan yang selaras dengan alam, menjadi identitas kuat yang ia bawa dalam kompetisi tahunan tersebut.
Caroline Angeliea Angkat Budaya Dayak Pesaguan Lewat Ajang Gawai Kalbar 2025
“Saya ingin masyarakat tahu bahwa Dayak Pesaguan itu kaya budaya. Melalui ajang ini, saya ingin memperkenalkan lebih luas warisan budaya kami yang selama ini belum banyak terekspos,” tutur Caroline dalam rilis yang diterima, Kamis (15/5/2025).
Ajang Bujang Dara Gawai Kalbar merupakan bagian penting dari perayaan tahunan masyarakat Dayak yang dikenal sebagai Pekan Gawai Dayak. Kegiatan ini menjadi platform bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap budaya, sekaligus mendorong pelestarian warisan lokal di era digital.
Yoki Firmansyah, Kepala Bidang Kemahasiswaan UBSI Kampus Pontianak, menyampaikan dukungan penuh bagi Caroline.
Baca juga : Menguak Cara Digital Forensik Bekerja, UBSI Kampus Pontianak Angkat Kasus Ijazah Jokowi
“Kami bangga Caroline bisa mewakili komunitas budaya dalam ajang sebesar ini. Kiprahnya membuktikan bahwa mahasiswa UBSI bisa berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sambil tetap aktif di dunia akademik,” jelas Yoki.
Saat ini, Caroline tengah menjalani tahapan seleksi dan pembekalan sebagai finalis. Ia berharap dukungan dari masyarakat Kalimantan Barat, khususnya civitas akademika UBSI, agar perjuangannya dalam mengangkat budaya Dayak Pesaguan bisa memberi inspirasi dan hasil terbaik.