Kolaborasi Internasional UBSI dan UniKL Perkuat Kapasitas UMKM Kuliner Kampung Bharu

0 98

BSINews, Kuala Lumpur — Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif bekerja sama dengan HILDIKTIPARI DPW V (Jogja – Jateng) dan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional bertema “Penguatan Kapasitas UMKM Kuliner Berbasis Budaya Lokal melalui Edukasi Manajemen Bisnis dan Sinergi Pariwisata Berkelanjutan” di Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (14/5) silam.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi kerja sama internasional dalam tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat dan transfer pengetahuan kepada pelaku UMKM dan komunitas lokal. Sejumlah dosen dan mahasiswa dari UBSI serta delapan perguruan tinggi anggota HILDIKTIPARI DPW V terlibat aktif dalam program ini, yakni UDINUS, STIPRAM, STIE “API”, STIEPARI Semarang, AKPARYO, Sekolah Vokasi UGM, dan UNY.

Kolaborasi Internasional UBSI dan UniKL Perkuat Kapasitas UMKM

Dosen UniKL, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D., yang juga menjadi tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas negara.

“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan UBSI dan perguruan tinggi HILDIKTIPARI lainnya. Kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi wadah pertukaran wawasan, keterampilan, dan budaya antara mahasiswa Malaysia dan Indonesia,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selas (20/5).

Sementara itu, Eka Dyah Setyaningsih dosen Program Studi Manajemen UBSI, menjadi salah satu narasumber utama. Ia menyampaikan materi mengenai strategi mempertahankan daya saing kuliner lokal sebagai aset pariwisata unggulan serta pentingnya pengelolaan UMKM secara berkelanjutan.

“Kami menekankan pentingnya inovasi, konsistensi kualitas, dan branding dalam menjaga eksistensi UMKM kuliner, serta bagaimana manajemen bisnis yang efektif bisa menopang sektor pariwisata lokal,” ungkapnya.

BAca juga : Seminar Keperawatan UBSI Sukses Sulut Semangat Baru Calon Perawat Go Internasional!

Kegiatan ini diikuti oleh pelaku UMKM, pengelola desa wisata, tokoh masyarakat Kampung Bharu, serta mahasiswa dari kedua negara. Suasana interaktif terlihat selama sesi pelatihan dan diskusi, termasuk saat Noraimah, salah satu peserta lokal, mengajukan pertanyaan tentang strategi mempertahankan identitas kuliner tradisional di tengah arus modernisasi.

Kampung Bharu dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki potensi kuliner dan pariwisata yang kuat, namun masih memerlukan penguatan kapasitas manajerial dan inovasi berkelanjutan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.