Dosen UBSI Dorong Literasi Digital Masjid Lewat Pelatihan Absensi Berbasis Google Form
BSINews, Tangerang –Dalam semangat mendukung digitalisasi di lingkungan keagamaan, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan bertajuk “Pembuatan Form Absensi Memanfaatkan Google Form” bagi pengurus DKM Masjid Al Manaar, Cisauk, Tangerang Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025, ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diinisiasi oleh Program Studi Sistem Informasi UBSI. Pelatihan dilaksanakan langsung di lingkungan Masjid Al Manaar, Griya Surdita Indah Blok 05 No.01 RT 014 RW 009, Kecamatan Cisauk, Kota Tangerang Selatan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membekali pengurus masjid dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan Google Form sebagai sistem absensi digital yang mudah diakses, efisien, dan transparan. Digitalisasi pengelolaan data kehadiran jamaah dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola masjid yang lebih modern.
“Masjid hari ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial umat. Maka, sistem manajemen administrasi juga perlu menyesuaikan perkembangan teknologi,” ujar Belsana Butar Butar, dosen UBSI yang turut menjadi pemateri utama.
Selain Belsana, turut hadir sebagai pemateri lainnya adalah Sriyadi, Moh. Haddiel Fuad dan Albert Riyandi. Keempat dosen ini memberikan pelatihan secara interaktif dengan pendekatan partisipatif, didukung oleh dua mahasiswa UBSI, Ade Kurniawan dan Ratri Nur Setyawening, yang berperan sebagai pendamping teknis lapangan.
Ketua DKM Masjid Al Manaar, Ustad Mulyadi, menyambut positif kegiatan ini. Antusiasme dan apresiasi datang langsung dari Ketua DKM Masjid Al Manaar, Ustad Mulyadi, yang merasakan manfaat nyata dari pelatihan ini dalam mendukung modernisasi administrasi kegiatan masjid.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Biasanya kami mencatat manual di buku, sekarang sudah bisa digital. Semoga ke depan ada pelatihan lanjutan yang lebih mendalam,” ungkapnya dengan penuh antusias.
Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam merancang, mengelola, dan memanfaatkan Google Form sebagai alat absensi. Para peserta juga memahami manfaat dari sistem berbasis digital dalam pengelolaan kegiatan keagamaan, mulai dari dokumentasi hingga pelaporan.
Baca Juga: Dosen Universitas BSI Membangun Literasi Digital Untuk Masa Depan Anak Panti Asuhan Alqi Ceria
Sebagai tindak lanjut, hasil kegiatan ini akan dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah dan media populer untuk diseminasi lebih luas. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem manajemen masjid yang lebih adaptif terhadap teknologi, sekaligus mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan literasi digital berbasis kebutuhan riil. (RDX)