Jangan Lelah untuk Bertumbuh! Sepenggal Spektrum dari Postinc buat Generasi Digital

0 29

BSINews, Jakarta – Di tengah gegap gempita Postinc Goes to Campus di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kalimalang pada Senin (16/6), ada satu momen yang diam-diam nyusup masuk ke kepala dan menetap di dada. Bukan karena musik latarnya syahdu atau karena MC-nya ngebanyol lucu—tapi karena sepenggal kalimat dari Pratyasyakti, Board of Commissioner Postinc Media.

Ia memang tak berdiri dengan gaya orator berapi-api. Tapi justru karena ketenangannya, setiap katanya terasa lebih menghujam. Kayak hujan yang pelan-pelan turun, tapi tahu-tahu ngebasahin semua.

Baca juga: Skill, Kreativitas, dan Kenyataan Hidup: Oleh-Oleh dari Sambutan Dekan FKB UBSI di Postinc Goes to Campus

“Hari ini adalah bagian dari spectrum empowerment dengan komunitas mahasiswa UBSI dalam menyiapkan masa depan,” katanya.

Spektrum, Empowerment, dan Masa depan. Tiga kata yang kalau dipisah-pisah mungkin cuma jadi jargon brosur kampus. Tapi diucapkan bareng dan di tempat yang tepat, maknanya langsung naik kelas.

Bahwa hari itu, kampus bukan cuma jadi ruang akademik yang kaku, tapi jadi laboratorium ide dan semangat untuk menyiapkan generasi baru—generasi yang siap menapaki dunia digital yang kadang lebih cepat berubah daripada mood kamu pas buka Instagram tengah malam.

Pratyasyakti lanjut menyemangati para peserta dari kampus UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif dan siswa/i sekolah dengan keyakinan yang bikin merinding, “Kita percaya di tangan kalianlah dunia digital akan penuh makna.”

Bukan sekadar penuh konten viral, challenge TikTok, atau tren yang kadang cuma seumur jagung. Tapi penuh makna. Dan itu, barangkali adalah salah satu kalimat paling sederhana sekaligus paling penting yang bisa didengar generasi muda hari ini.

“Bahwa dunia digital bukan hanya soal ramai-ramai, tapi juga tentang arah, nilai, dan tujuan. Jadi ‘kreator’ bukan sekadar soal jumlah like, tapi soal kontribusi terhadap ekosistem yang lebih baik,” ungkapnya.

Lalu, dengan suara yang nggak perlu ditinggikan untuk terdengar dalam, ia menutup dengan pesan yang mestinya ditulis besar-besar di catatan hidup semua orang muda, “Saya berpesan, jangan lelah untuk bertumbuh.”

Karena nyatanya, lelah itu pasti. Tapi bertumbuh itu pilihan. Dan kadang, yang paling berat bukan ujian dari luar, tapi ketika kita mulai bosan sama proses diri sendiri. Pratyasyakti tidak menjanjikan semuanya bakal mudah. Tapi setidaknya, ia hadir untuk bilang “kalau hari ini kamu masih bertumbuh, kamu masih menang.”

Baca juga: POSTINC Ngampus di UBSI! Di Balik Filter dan Feed Ada Mindset yang Harus Dibenahi

Dan kalau kamu hadir hari itu, di auditorium UBSI itu, mendengar sendiri tiap katanya—barangkali kamu bakal pulang bukan cuma dengan goodie bag atau konten IG story, tapi dengan satu hal yang lebih penting, yaitu nyala kecil di dalam dada yang bikin kamu ingin terus bergerak.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.