Mahasiswa UBSI Kalimalang Ajarkan Makna Peduli Lewat Cara Seru dan Menyentuh
BSINews, Jakarta – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda sejak usia dini, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kalimalang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Belajar Peduli Sejak Dini” di TK/RA Harun Ar-Rasyid, Bintara Jaya, Bekasi Barat.
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai empati dan simpati kepada anak-anak melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan. Dibalut dalam suasana hangat dan interaktif, acara yang berlangsung pada Jumat (20/6) ini berhasil menyentuh sisi emosional anak-anak sambil tetap mengedepankan metode pembelajaran yang ringan.
Acara dibuka dengan sesi perkenalan dan mengaji bersama sebagai bentuk pembentukan rasa kebersamaan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif tentang makna empati dan simpati, yang dikemas dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak usia dini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu arti kata ‘peduli’, tetapi juga bisa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman, memahami perasaan orang lain, dan tidak mudah menghakimi,” ungkap Nabila Putri Kinanti, mahasiswa UBSI sekaligus ketua tim pelaksana.
Salah satu sesi yang paling mencuri perhatian adalah tanya jawab interaktif, di mana anak-anak secara antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Selain mengasah keberanian, sesi ini menjadi sarana menginternalisasi nilai kepedulian dalam konteks nyata dan sederhana.
Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Ustadzah Siti Khodijah, salah satu pengajar tetap di TK/RA Harun Ar-Rasyid, menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang dibawakan dengan metode yang menyenangkan.
“Materi seperti ini sangat jarang disampaikan kepada anak-anak dalam suasana santai seperti ini. Mereka jadi belajar bahwa peduli bukan hanya sekadar ucapan, tapi juga tindakan,” tuturnya.
Sebagai penutup, mahasiswa membagikan hadiah dan snack kepada anak-anak peserta sebagai bentuk apresiasi. Harapan besar disampaikan agar program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak komunitas sekolah maupun pengajian di wilayah lainnya.
“Empati dan simpati adalah fondasi karakter yang harus ditanamkan sejak kecil. Kami senang bisa berkontribusi meski dengan langkah kecil,” tambah Nabila.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI Kalimalang membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus terbatas di ruang kelas. Nilai-nilai kemanusiaan dapat diperkenalkan di ruang-ruang sederhana dengan cara yang menyenangkan, namun memiliki dampak besar dalam membentuk kepribadian generasi penerus bangsa. (RDX)