Cursor AI, Mahasiswa, dan Mimpi Membikin Aplikasi Tanpa Stres! Catatan dari IT Bootcamp UBSI
BSINews, Jakarta – Kalau kamu pikir bikin aplikasi itu cuma urusan anak-anak berkacamata tebal yang tahan ngoding semalaman ditemani kopi pahit dan layar penuh error, maka kamu belum datang ke Workshop IT Bootcamp-nya Universitas Bina Sarana Informatiksa (UBSI).
Tanggal 12 Juni 2025 itu, suasana di kampus UBSI mendadak mirip campuran antara lokakarya teknologi masa depan dan konser kecil-kecilan. Di balik deretan laptop dan slide presentasi, ada semangat membara dari para mahasiswa—dan sedikit rasa takut, tentu saja—yang penasaran kayak apa rasanya bikin aplikasi pakai bantuan AI.
Bertema “Innovative Application for Industrial Transformation in the Creative Digital Era,” kegiatan ini nggak sekadar ajang belajar. Tapi lebih seperti latihan bertahan hidup di era digital, di mana kamu dituntut harus bisa ngoding sekaligus nyusun strategi bisnis. Kalau enggak, ya siap-siap ditinggal zaman.
Acara dibuka dengan sambutan lengkap, dari salam Om Swastiastu sampai Salam Kebajikan—menandakan bahwa ini bukan sekadar workshop, tapi upacara digitalisasi kampus yang sah. Deretan pimpinan kampus hadir semua, lengkap dengan gelar berlapis-lapis, kayak sandwich akademik.
Yang paling ditunggu tentu saja narasumbernya, Raffi Verrel Alessandro, CEO PT Systeric Teknologi Indonesia, yang dengan santai membahas betapa dahsyatnya Cursor AI, alat ngoding pintar yang konon bisa bikin programmer senior pun nyaris pensiun dini.
Bayangkan, kamu tinggal kasih prompt, dan ting!—muncul kode program yang bisa langsung dijalankan. Tanpa stres. Tanpa insomnia. Tanpa perlu buka Stack Overflow tiap lima menit. Mahasiswa pun mangap kagum—dan mulai mempertanyakan: “Apakah kita ini masih manusia, atau sudah setengah cyborg?”
Sesi praktik pun dimulai. Cursor AI diperkenalkan, dan semua langsung disuruh hands-on. Keringat dingin muncul bukan karena sulit, tapi karena kagum. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan mahasiswa terasa seperti rapat kerja para CTO muda masa depan.
Muhammad Fackhri dari UBSI Kampus Kramat 98 tanya soal plugin emulator untuk koneksi mobile. Raffi Adam dari UBSI Kampus Pemuda nanya tentang prompt biar AI-nya bisa nurut bikin program sesuai keinginan. Febriansyah dari UBSI Kampus Ciledug bertanya apakah AI ini bisa langsung bikin file dan folder. Pertanyaannya teknis, tapi ekspresi wajahnya masih penuh rasa takjub, seperti anak kecil yang baru tahu ada mainan bisa gerak sendiri.
Beberapa bahkan berbagi testimoni yang nggak kalah dramatis dari iklan sabun cuci, dari Fackhri yang merasa hidupnya lebih tenang karena nggak perlu ngetik panjang-panjang, sampai Haikal yang bilang Cursor ini fungsional banget, bahkan buat pemula. Rizki Erlangga dari UBSI Kampus Slipi malah menyebut Cursor AI ini kayak Visual Studio Code versi dewa. Udah pintar, ringan, nggak ribet, dan yang terpenting adalah gratis.
Kegiatan ini mungkin hanya sehari, tapi dampaknya bisa panjang. Di tengah dunia yang makin gesit, ketika waktu terasa semakin mahal dan kompetensi harus serba cepat, hadirnya pelatihan macam ini seperti oasis—bukan hanya untuk upgrade skill, tapi juga upgrade harapan.
UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif kelihatannya paham betul bahwa mahasiswa nggak cukup cuma tahu teori dan nulis skripsi. Mereka harus bisa bikin aplikasi, adaptif sama AI, dan siap menghadapi pasar kerja yang tak lagi sekadar butuh ijazah, tapi juga portfolio GitHub.
Tentu kita masih bisa debat soal AI, soal etika, soal lapangan kerja, soal kemanusiaan. Tapi kenyataannya, AI seperti Cursor justru membuka jalan baru. Bukan menggantikan manusia, tapi mempermudah. Bukan mencuri pekerjaan, tapi menyederhanakan beban. Karena toh pada akhirnya, bukan siapa yang paling pintar yang menang, tapi siapa yang paling bisa beradaptasi.
Dan dari workshop ini, kita belajar satu hal penting, masa depan itu bukan di nanti, tapi di-debug bareng. Sambil ngoding. Sambil nyeduh kopi. Sambil percaya bahwa mahasiswa bisa jadi inovator, asal diberi ruang, dukungan, dan koneksi yang cukup—baik itu listrik, internet, atau inspirasi.(ACH)