UBSI Kampus Karawang dan G2 Academy Gelar Workshop IT Bootcamp Software Development: Siapkan Mahasiswa Hadapi Era Digital dengan AI
BSINews, Karawang – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang menjalin kerja sama strategis dengan G2 Academy dalam menyelenggarakan Workshop IT Bootcamp Software Development. Kegiatan yang berlangsung di Aula UBSI kampus Karawang ini menjadi pembuka rangkaian pelatihan intensif selama dua hari di Hotel Asyana, Bogor, yang bertujuan membekali Mahasiswa dengan keterampilan Digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) AI. Pada Selasa (17/6) lalu.
Workshop ini menghadirkan Faridh Wisanggeni, praktisi industri sekaligus Senior Software Engineer di G2 Academy, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Faridh membahas pemanfaatan teknologi AI dalam proses pengembangan perangkat lunak (software development) serta menampilkan langsung integrasi AI dalam praktik kerja para developer masa kini.
“AI bukan hanya tren, tapi sudah menjadi bagian dari proses kerja developer saat ini. Mulai dari Auto-Complete Cerdas, Debugging Otomatis, hingga rekomendasi struktur kode AI mempercepat Workflow dan meningkatkan produktivitas programmer,” ujar Faridh, dalam keterangan rilis, Kamis (17/6).
Ia juga mendemonstrasikan penggunaan beberapa Platform berbasis AI, seperti GitHub Copilot, ChatGPT, serta plugin IDE berbasis Machine Learning. Hal ini membuka wawasan peserta bahwa teknologi AI telah menjadi alat bantu nyata dalam keseharian Profesi Developer.
Baca juga:AI sebagai Strategi Personal Branding: UBSI Margonda Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Era Digital
Selain sisi teknis, Faridh Wisanggeni menekankan pentingnya Soft Skills dan Growth Mindset bagi para calon Software Engineer. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, memahami kebutuhan pengguna, serta adaptif terhadap perubahan teknologi menjadi kunci utama bertahan di era digital yang dinamis.
“Skill teknis itu penting, tapi tidak cukup. Mahasiswa harus menjadi pembelajar aktif, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan siap berkembang. Industri terus berubah, dan yang adaptiflah yang akan bertahan,” Ujar Faridh .
Workshop juga membuka ruang diskusi seputar Etika penggunaan AI, termasuk potensi penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin dan risiko penyalahgunaan teknologi. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengajukan pertanyaan, baik terkait teknis implementasi maupun isu-isu masa depan profesi di tengah arus otomatisasi.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Karawang, Abdussomad, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
“Ini adalah bentuk nyata bagaimana kami mengintegrasikan proses pembelajaran dengan kebutuhan Industri. Mahasiswa tidak hanya harus menguasai teori, tetapi juga memahami dinamika dan tuntutan dunia kerja, termasuk perkembangan teknologi seperti AI,” Ujar Abdussomad .
Abdussomad menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal dari rangkaian pelatihan bertajuk IT Bootcamp Software Development yang akan berlangsung selama dua hari di Bogor. Dalam sesi lanjutan tersebut, peserta akan mengikuti pelatihan intensif bersama praktisi dari G2 Academy dengan pendekatan Hands-On Experience.
Melalui kombinasi teori, praktik, dan paparan langsung dari pelaku industri, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang proses pengembangan perangkat lunak modern. Fokusnya tidak hanya pada penguasaan Tools, tetapi juga pengembangan pola pikir dan kesiapan menghadapi tantangan industri teknologi.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen UBSI kampus Karawang dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap pakai. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan berbasis teknologi tinggi, mahasiswa dituntut memiliki lebih dari sekadar ijazah, mereka harus membawa keterampilan praktis dan wawasan industri yang kuat.
Menutup sesi Workshop, Faridh Wisanggeni memberikan pesan inspiratif kepada peserta.
“Tidak ada jalan pintas. Terus belajar, eksplorasi teknologi baru, jangan takut gagal, dan yang terpenting, tetap beretika dalam menggunakan teknologi. AI bisa membantu kita, tapi manusia tetap yang memegang kendali,” Tutup Faridh .
Dengan semangat tersebut, para peserta diharapkan siap mengikuti sesi lanjutan bootcamp di Bogor dengan motivasi baru, pemahaman lebih dalam, dan kesiapan yang matang untuk menapaki dunia industri teknologi yang menantang namun menjanjikan.(Siau)