Gotong Royong Bangun Kemandirian Anak di Asrama Yatim: Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Hadirkan Semangat Edukasi dan Kebersamaan 

0 93

BSINews, Karawang – Dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sekelompok mahasiswa semester dua Program Studi Sistem Informasi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk Membina Kemandirian Anak di Asrama Yatim Rumah Harapan Karawang, Minggu (18/5). Kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap anak-anak panti asuhan. 

Baca Juga: UBSI Kampus Karawang dan G2 Academy Gelar Workshop IT Bootcamp Software Development: Siapkan Mahasiswa Hadapi Era Digital dengan AI

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, menekankan pentingnya pengembangan karakter melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Dalam kegiatan ini, mahasiswa UBSI kampus Karawang menghadirkan serangkaian aktivitas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai kemandirian, tanggung jawab, dan kebersamaan. 

Menanamkan Kemandirian Sejak Dini Lewat Aktivitas Nyata 

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini dirancang untuk membina karakter anak-anak yatim melalui aktivitas harian, seperti kerja bakti atau gotong royong. Mahasiswa melibatkan anak-anak membersihkan area asrama, termasuk kamar mandi, halaman, kamar tidur, hingga ruang belajar. 

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan makan bersama, yang mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak asrama. Febri, salah satu mahasiswa, mengenang momen lucu sekaligus menyentuh saat interaksi awal dimulai. 

“Salah satu teman kami bertanya, ‘Ini mau langsung kerja bakti atau makan dulu?’ dan salah satu anak menjawab, ‘Makan dulu kak, kami belum sarapan, takut nanti nggak kuat.’ Kami semua langsung tertawa dan makan bersama. Rasanya hangat sekali melihat anak-anak makan dengan lahap,” ujar Febri. 

Kebersamaan sederhana seperti ini menjadi dasar terbentuknya rasa saling percaya, yang memudahkan proses pembinaan dan pendampingan dalam kegiatan inti. 

Mengajarkan Nilai Gotong Royong dan Tanggung Jawab 

Setelah sesi makan bersama, kegiatan berlanjut dengan gotong royong membersihkan lingkungan asrama. Anak-anak diajak langsung terlibat dalam membersihkan berbagai ruangan dan fasilitas, sementara mahasiswa juga turun tangan memberikan contoh kerja sama. 

Dalam proses ini, anak-anak belajar pentingnya kerja sama tim, disiplin, dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal. Gotong royong menjadi media pembelajaran sosial yang menyenangkan sekaligus memperkuat karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari. 

Indah, mahasiswa UBSI kampus Karawang, menuturkan bahwa, “Anak-anak bukan hanya butuh kasih sayang, tetapi juga bimbingan untuk mandiri. Dari hal kecil seperti gotong royong, mereka belajar menjadi pribadi yang tangguh.” 

Pendekatan langsung seperti ini menunjukkan bahwa edukasi karakter tidak harus melalui kelas formal, melainkan bisa dilakukan lewat praktik sederhana dan interaksi yang tulus. 

Simbol Dukungan dan Kepedulian 

Sebagai bentuk dukungan konkret, kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis alat kebersihan dan sejumlah dana bantuan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan operasional asrama. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada pengurus Rumah Harapan, disertai foto bersama yang merekam semangat kebersamaan. 

“Kami tidak datang hanya untuk berbagi satu hari, tetapi ingin menanam benih harapan dan motivasi. Semoga kehadiran kami meninggalkan kesan dan semangat baru bagi adik-adik di sini,” ujar salah satu mahasiswa. 

Kegiatan ini disambut positif oleh pengurus asrama yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa UBSI kampus Karawang, serta berharap kegiatan serupa dapat berlanjut sebagai bagian dari upaya pendidikan karakter anak-anak panti. 

Pengabdian Sosial sebagai Pilar Pendidikan Karakter 

Kegiatan Membina Kemandirian Anak ini bukan hanya aktivitas mahasiswa semata, tetapi juga mencerminkan peran penting UBSI kampus Karawang sebagai institusi pendidikan tinggi dalam menanamkan nilai sosial, moral, dan tanggung jawab kepada mahasiswa. Pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana penguatan karakter dan wujud kontribusi nyata terhadap lingkungan sosial. 

Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat, mengenali realitas sosial, dan memberikan solusi dengan pendekatan kemanusiaan. Interaksi ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran emosional yang berharga. 

“Kegiatan seperti ini mengingatkan kami bahwa hidup bukan hanya tentang akademik, tetapi juga bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain,” tutur salah satu mahasiswa. 

Baca Juga: Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Gelar Kegiatan PKM di Mushola Al-Ishlah: Tanamkan Nilai Kebersihan dan Kebersamaan Sejak Dini

Harapan dan Dampak Jangka Panjang 

Melalui gotong royong ini, diharapkan anak-anak asrama dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kepedulian sosial. Mahasiswa UBSI kampus Karawang pun memperoleh pengalaman yang memperkaya perspektif dalam menjalani proses pendidikan. 

Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai gotong royong masih relevan dan penting untuk ditanamkan sejak dini, khususnya bagi anak-anak yang tumbuh dalam kondisi sosial menantang. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga sosial seperti Rumah Harapan diharapkan mampu memperkuat pembinaan karakter anak bangsa dengan cara sederhana namun berdampak besar. (Nadia) 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.