UMKM Tambol Dapok Naik Kelas: UBSI Dukung Lewat Program Pengabdian Berbasis Teknologi
BSINews, Pontianak–Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, melaksanakan kegiatan sosialisasi program pemberdayaan kemitraan masyarakat dan pengelolaan manajemen usaha kepada UMKM Tambol Dapok di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (25/6) ini menjadi langkah awal dari serangkaian program berkelanjutan yang bertujuan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas manajerial dan perluasan jaringan kemitraan UMKM lokal.
UBSI Dukung Lewat Program Pengabdian Berbasis Teknologi
Ketua tim pengabdian, Ardiyansyah, menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan konkret yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami ingin membantu UMKM Tambol Dapok tumbuh lebih mandiri dan profesional. Program ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem kemitraan yang kuat, agar usaha mereka mampu bertahan dan bersaing dalam jangka panjang,” ungkap Ardiyansyah dalam rilis yang diterima, pada Rabu (2/7).
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan akademisi dalam pengembangan desa adalah bentuk nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa ilmu yang kami ajarkan di kampus bisa memberi dampak langsung dan nyata di lapangan,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari Ketua UMKM Tambol Dapok, Yeni, yang mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih karena akhirnya mendapat pendampingan dari kalangan akademisi. Selama ini kami kesulitan dalam mengelola usaha dan membangun jejaring. Semoga program ini bisa membawa perubahan positif yang berkelanjutan,” ujar Yeni.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UBSI sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman. Salah satu mahasiswa, Mutia Rahayu, mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari keterlibatannya dalam program ini.
“Ini bukan hanya tentang mengajar masyarakat, tapi juga belajar dari mereka. Kami melihat langsung bagaimana perjuangan pelaku UMKM di lapangan, dan itu sangat membentuk empati serta kepedulian sosial kami sebagai mahasiswa,” ungkap Mutia.
Baca juga: Hibah DIKTI 2025 Jadi Katalis Peningkatan Kinerja dan Angka Kredit Dosen UBSI Kampus Pontianak
Program pengabdian ini akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan dan mencakup pelatihan manajemen usaha, workshop perancangan label kemasan, pemasaran digital, serta pelatihan penggunaan aplikasi biaya produksi. Seluruh kegiatan dirancang untuk memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi UMKM di lapangan.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Tim pengabdian juga berharap program ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Kubu Raya maupun wilayah sekitarnya.