UBSI Bangun Sinergi Sejak Hari Pertama: BKOT Libatkan Orang Tua dalam Ekosistem Digital Kampus

0 38

BSINews, Jakarta –Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin akan kembali menggelar kegiatan Bincang Kampus Bersama Orang Tua (BKOT) pada Sabtu, 5 Juli 2025 mendatang. Kegiatan ini menjadi langkah awal UBSI dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara pihak kampus dan orang tua calon mahasiswa baru (camaba), sebagai mitra strategis dalam proses pendidikan jangka panjang.

Baca Juga: UBSI Jatiwaringin Hadirkan BKOT, Wadah Orang Tua Kenal Lebih Dekat Kampus Pilihan Anaknya

BKOT merupakan agenda penting yang dirancang secara khusus untuk memperkenalkan budaya akademik UBSI, sistem pembelajaran berbasis teknologi, serta visi dan misi kampus kepada para orang tua. Melalui kegiatan ini, UBSI ingin memastikan bahwa proses pendidikan bukan hanya tanggung jawab individu mahasiswa, tetapi juga melibatkan peran aktif keluarga.

“Kepercayaan itu dibangun dari komunikasi yang baik. Melalui BKOT, kami ingin orang tua merasa dilibatkan sejak awal, karena keberhasilan mahasiswa adalah buah dari kolaborasi yang kuat antara kampus dan rumah,” ujar Rian Septian Anwar, Kepala Kampus UBSI Jatiwaringin.

Rian menambahkan, BKOT bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen UBSI untuk mewujudkan pendidikan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Dalam acara ini, para orang tua akan mendapatkan pemaparan langsung mengenai ekosistem digital UBSI, mulai dari Learning Management System (LMS), student portal, virtual class, hingga layanan BSI Career Center.

Melalui forum dialog terbuka yang dihadiri pimpinan kampus, dosen, dan pengelola program studi, orang tua dapat bertanya langsung, memberikan masukan, serta memahami peran mereka dalam mendukung proses belajar anak-anak mereka.

Baca Juga: Bincang Kampus & Orang Tua (BKOT): Saat Masa Depan Anak Dibicarakan di Meja yang Sama

“Kami ingin membentuk sinergi yang sehat. Ketika kampus dan keluarga memiliki pemahaman dan nilai yang selaras, mahasiswa akan merasa lebih didukung, termotivasi, dan mampu berkembang secara akademik maupun karakter,” ungkap Rian. (RDX)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.