Workshop Seni Ukir Kuliner UBSI: Kembangkan Kreativitas Mahasiswa Lewat “Kreasi Indah dari Buah dan Sayur”
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan keterampilan praktis mahasiswa. Melalui Program Studi Perhotelan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UBSI menyelenggarakan Workshop Seni Ukir Kuliner bertajuk “Kreasi Indah dari Buah dan Sayur” pada Jumat (20/7), di UBSI Kampus Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam seni ukir buah dan sayur, yang menjadi bagian penting dari estetika penyajian dalam dunia kuliner dan perhotelan. Workshop dirancang secara komprehensif, mulai dari teknik dasar hingga lanjutan, termasuk pengenalan alat ukir profesional, pemilihan bahan yang tepat, serta praktik langsung dalam menciptakan berbagai bentuk ukiran dekoratif.
Mahasiswa diajak untuk mengeksplorasi berbagai desain artistik, mulai dari motif dedaunan dan ornamen tradisional khas Nusantara hingga kreasi modern seperti Halloween Mystical Pumpkin. Melalui pendekatan eksploratif ini, peserta tidak hanya diasah keterampilannya, tetapi juga didorong untuk berpikir kreatif dan inovatif.
Baca juga: Dari Kampus Digital Kreatif ke Layar Kaca: UBSI Gelar Ajang Broadcasting Award 2025
Sebagai narasumber utama, Tanto Susanto, seorang chef dari Hotel Aston Simatupang, memberikan materi serta demonstrasi langsung mengenai teknik ukir dan prinsip estetika dalam penyajian makanan. Dalam pemaparannya, Tanto menekankan pentingnya tampilan makanan sebagai bagian integral dari pelayanan berkualitas di industri perhotelan.
“Dalam dunia hospitality, kesan pertama sering kali tercipta dari apa yang dilihat pelanggan. Ukiran buah dan sayur bukan hanya hiasan, tetapi juga bentuk komunikasi visual yang mencerminkan profesionalisme dan perhatian terhadap detail,” ungkap Tanto di hadapan peserta.
Tanto juga berbagi pengalamannya selama berkecimpung di industri perhotelan, termasuk standar pelayanan dan tantangan yang dihadapi dalam penyajian makanan dengan estetika tinggi. Mahasiswa mendapatkan banyak wawasan tentang bagaimana seni kuliner bisa menjadi keunggulan kompetitif dalam dunia kerja.
Workshop ini dipandu oleh moderator Claudia Dwi Martina, dosen Program Studi Perhotelan UBSI, yang membangun suasana kegiatan secara dinamis dan interaktif. Diskusi terbuka antara mahasiswa dan narasumber berlangsung aktif, memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya dan berdiskusi seputar teknik ukir, tren kuliner, hingga peluang karier di bidang food art dan hospitality.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi UBSI dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik lapangan. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menempatkan penguasaan keterampilan praktis sebagai aspek penting dalam membentuk lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di industri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya paham secara teori, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempraktikkan keterampilan yang dibutuhkan langsung di lapangan kerja,” ujar Claudia dalam penutupan acara.
Workshop seni ukir kuliner ini sekaligus memperkuat posisi UBSI sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan industri, khususnya sektor kuliner dan perhotelan yang terus mengalami transformasi. UBSI berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kreativitas, inovasi, serta keahlian praktis yang dapat diterapkan di dunia nyata.
Dengan kegiatan seperti ini, UBSI menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga pengalaman nyata yang memperkaya kompetensi mahasiswa secara menyeluruh. (CHA)