UBSI Kampus Kramat 98 Fasilitasi Sosialisasi Akreditasi 2.0 Bersama LAM INFOKOM
BSINews, Jakarta – Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kramat 98 dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi 2.0. Acara ini berlangsung pada Senin dan Selasa, 23 dan 24 Juni, di Aula Rektorat UBSI kampus Kramat 98.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), serta melibatkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan sebagian wilayah IV Banten. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman mendalam kepada perguruan tinggi mengenai penerapan instrumen akreditasi terbaru.
UBSI dan LAM INFOKOM Tegaskan Peran Strategis Akreditasi
Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UBSI dalam mendukung penguatan budaya mutu.
“Akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen strategis untuk menjamin keberlanjutan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi,” ujar Tri Munanto saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Prof. Achmad Benny Mutiara selaku anggota Majelis Akreditasi LAM INFOKOM juga menekankan pentingnya implementasi Instrumen Akreditasi 2.0 di seluruh perguruan tinggi.
“Tujuan utama dari akreditasi ini adalah agar tidak terjadi penurunan mutu pendidikan. Semua institusi harus mampu menjamin mutu secara merata agar menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” jelasnya dalam sambutan.
Ia juga mengapresiasi semangat kolaboratif yang ditunjukkan dalam kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan bersama menghadapi perubahan paradigma akreditasi.
Momentum Kolaborasi untuk Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UBSI, Prof. Mochamad Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada UBSI untuk menjadi tuan rumah sekaligus menegaskan komitmen institusinya terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari penguatan mutu pendidikan melalui kegiatan ini. UBSI akan terus berperan aktif memfasilitasi forum-forum yang berfokus pada peningkatan kualitas institusi,” ungkapnya.
Melengkapi rangkaian sambutan, perwakilan dari berbagai organisasi profesional juga turut memberikan pandangannya. Sambutan disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi DKI Jakarta Prof. Didi Rosiyadi, Ketua Indonesian Computer, Electronics, and Instrumentation Support Society (IndoCEISS) Wilayah Jakarta Dr. Edy Irwansyah, serta Vice Chapter President IV Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO) Bayu Waspodo.
Kehadiran ketiga perwakilan organisasi tersebut turut memperluas jangkauan diskusi dan memperkaya perspektif kolaboratif dalam penerapan akreditasi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Baca juga: Akreditasi Itu Bukan Piala, Tapi Janji yang Harus Dipenuhi Tiap Hari
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti pemaparan materi terkait Instrumen Akreditasi 2.0, mulai dari kriteria 1 hingga 6, serta sesi diskusi mengenai Laporan Evaluasi Diri (LED). Seluruh rangkaian materi ini dibimbing langsung oleh para narasumber ahli, di antaranya Prof. Achmad Benny Mutiara, Prof. Indra Budi, Prof. Heru Suhartanto, Dr. Achmad Solichin, dan Dr. Lucia Sri Istiyoati.
Sebagai tuan rumah, UBSI kampus Kramat 98 berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kapasitas institusi dalam tata kelola akreditasi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan turut memperkuat peran perguruan tinggi Indonesia dalam menciptakan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global.(Siti Hafizah)