Sertifikasi Programmer di Era AI, Saat Mahasiswa Tak Bisa Lagi Cuma Ngoding Biasa

0 23

BSINews, Karawang – Ada yang menarik dari malam Rabu, 2 Juli 2025 kemarin. Bukan karena ada sinetron baru atau diskon dadakan di e-commerce, tapi karena puluhan mahasiswa semester 4 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang duduk manis di depan layar laptop masing-masing, bukan buat nonton drakor, tapi buat ikut seminar daring bertajuk, “Kesiapan Digital Talent Melalui Sertifikasi Programmer di Era Artificial Intelligence.”

Iya, seminar ini memang online. Tapi jangan remehkan, walaupun hanya lewat Zoom, ketegangan dan deg-degan yang dirasakan para mahasiswa nggak kalah sama orang yang nunggu hasil UTBK. Soalnya, yang dibahas ini bukan sekadar ngoding-ngoding cantik, tapi tentang masa depan karier mereka di tengah dunia digital yang makin kompetitif dan penuh dengan istilah asing yang susah dieja tapi wajib dipahami.

Baca juga: Prodi Sistem Informasi Akuntansi Tingkatkan Kesiapan Mahasiswa Melalui Sertifikasi Programmer

Seminar ini dibuka oleh Rizal Amegia Saputra selaku Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Sukabumi, yang langsung ngomong to the point, “Sertifikasi itu bukan formalitas, tapi bukti kalau kamu memang paham dan bisa.” Ucapan itu ibarat cambukan halus buat mahasiswa yang masih berpikir kuliah cukup dengan nilai B dan absensi aman.

Kemudian masuklah tokoh utama malam itu, Dede Firmansyah Saefudin selaku dosen, Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Karawang, dan sekaligus asesor kompetensi LSP BSI.

Dalam dunia seminar, Dede ini semacam “AI whisperer”. Ia menjelaskan dengan gaya santai tapi menusuk, bahwa sertifikasi programmer itu bukan tren, tapi kebutuhan. Terlebih sekarang, ketika dunia kerja sudah kayak reality show: banyak tantangan, dan siapa yang nggak siap, siap-siap dieliminasi.

Ia paparkan empat poin penting, pertama, bahwa sertifikasi adalah pengakuan resmi. Kalau ijazah adalah KTP, sertifikasi itu SIM bukti kalau kamu bukan cuma warga, tapi juga bisa “nyetir” di jalanan karier digital.

Kedua, soal peluang dan tantangan. Dunia kerja sekarang bukan cuma tentang siapa cepat dia dapat, tapi siapa siap dia bertahan. Dan AI? Ia bukan robot dari film futuristik. Ia sudah ada, sudah bekerja, bahkan mungkin sudah lebih rajin dari kita.

Ketiga, langkah teknis mulai dari daftar, bikin portofolio, sampai uji kompetensi. Semua dijelaskan rinci. Tidak ada celah buat ngeles. Keempat, soft skill. Di sinilah kadang mahasiswa suka lupa. Ngoding bisa, tapi giliran presentasi gagap. Maka, integritas, komunikasi, dan etos kerja juga jadi nilai jual.

Yang bikin adem, sesi tanya jawabnya hidup banget. Ada Raihan yang nanya soal ketergantungan aplikasi ERP, Arief yang penasaran soal fleksibilitas akses Odoo, Ajan yang nyolek topik integrasi dengan sistem Bea Cukai, dan Said yang mengulik konsep modular untuk menghindari vendor lock-in. Pertanyaannya bukan kaleng-kaleng. Dari yang teknis sampai yang strategis, semua keluar. Bahkan, beberapa pertanyaan bikin narasumber sempat mikir sebelum jawab, tanda bahwa mahasiswa UBSI nggak main-main.

Seminar ini bukan cuma soal transfer ilmu. Tapi juga soal membangun kesadaran bahwa dunia kerja bukan ruang kelas yang sabar menunggu. Dunia kerja itu cepat, dinamis, dan seringkali tak ramah buat mereka yang setengah hati belajar.

Baca juga: Lulus Kuliah Aja Nggak Cukup! Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Wajib Punya Sertifikasi Programmer

UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif lewat seminar ini lagi-lagi menunjukkan bahwa kampus bukan cuma tempat kuliah, tapi juga arena gladi bersih sebelum “main sesungguhnya”. Sertifikasi programmer bukan tujuan akhir, tapi jembatan. Dan jembatan itu harus kuat, karena yang menyeberang adalah mimpi dan masa depan para mahasiswa.

Jadi, buat kamu yang masih nunda-nunda ikut sertifikasi karena ngerasa belum siap ingat, dunia kerja nggak akan nunggu kamu siap. Dunia kerja itu kayak AI dia belajar terus, berkembang terus, dan kalau kamu diam di tempat, ya siap-siap disalip.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.