Dosen Ilmu Komunikasi UBSI: Workshop Ini Wujud Praktik Nyata Kurikulum Berbasis Industri
BSINews, Jakarta – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng, menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Creative Media Digital dan Brand Image pada Senin (23/6) lalu. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan praktisi industri, tetapi juga didampingi langsung oleh para dosen yang aktif memfasilitasi proses belajar mahasiswa sepanjang jalannya workshop.
Workshop ini merupakan bentuk konkret dari penerapan kurikulum berbasis industri yang mengedepankan project-based learning dan konsep link and match antara perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Dalam konteks ini, dosen hadir bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing kreatif yang mendorong mahasiswa menerapkan teori ke dalam proyek nyata.
Selama kegiatan berlangsung, dosen membantu mahasiswa dalam memahami materi yang disampaikan narasumber, mengarahkan diskusi kelompok, mengevaluasi hasil kerja, serta menilai sejauh mana mahasiswa mampu mengintegrasikan teori branding dan media digital ke dalam simulasi kampanye yang diberikan.
Baca juga : Mengenal UBSI Kampus Cengkareng di Edufair SMKN 72 Jakarta, Tampilkan Semangat Digital Kreatif
Salah satu dosen Ilmu Komunikasi UBSI kampus Cengkareng menjelaskan bahwa keterlibatan dosen dalam workshop merupakan bagian dari pembelajaran aktif yang berorientasi pada praktik langsung.
“Ini adalah pembelajaran aktif. Mahasiswa tidak hanya jadi pendengar, tapi pelaku langsung proses komunikasi strategis. Kami mendampingi mereka agar konsep-konsep akademik bisa diterapkan dengan pendekatan kreatif,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Kamis (26/6).
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi alat evaluasi internal bagi dosen untuk mengukur efektivitas pengajaran di kelas. Melalui interaksi langsung dalam workshop, dosen dapat melihat bagaimana mahasiswa mengolah pesan, memilih media, dan menyusun strategi komunikasi berdasarkan teori yang telah diberikan.
Kedekatan akademik antara dosen dan mahasiswa juga terlihat dalam suasana workshop yang terbuka dan kolaboratif. Mahasiswa merasa lebih percaya diri untuk bertanya, berdiskusi, serta mengembangkan ide-ide kampanye secara kreatif. Pendampingan ini tidak hanya memperkaya proses belajar, tetapi juga meningkatkan keterlibatan emosional dalam proses akademik.
Dosen lainnya menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan refleksi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
“Kami bisa tahu aspek mana yang perlu diperkuat di kelas, baik dari sisi konsep branding, desain visual, maupun strategi distribusi konten,” ujarnya.
Melalui keterlibatan aktif dosen dalam kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan dunia industri. Workshop ini menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus bentuk nyata dari kurikulum Ilmu Komunikasi yang adaptif dan berbasis praktik profesional.(Alisa)