Sukses Gelar Sertifikasi Zahir, UBSI Kampus Pontianak Bikin Mahasiswa Makin Siap Kerja!
BSINews , Pontianak – Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak, sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Sertifikasi Zahir Accounting pada Kamis (12/6). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh 23 mahasiswa semester IV.
UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era industri 4.0. Ketua pelaksana kegiatan, Wanty Eka Jayanti, menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing mahasiswa di bidang teknologi akuntansi.
“Sertifikasi keahlian menjadi kunci penting bagi mahasiswa IT untuk siap memasuki dunia kerja dan industri,” ucapnya dalam keterangan rilis, Kamis (12/6).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIB ini menghadirkan Lila Dini Utami sebagai pemateri utama dan dimoderatori oleh Nadiyah Hidayati. Dalam sesi tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman teknis mengenai penggunaan software Zahir untuk pengolahan data keuangan yang sesuai dengan siklus akuntansi.
Pembekalan ini merupakan hasil kerja sama antara Prodi SIA UBSI kampus Pontianak dengan PT Zahir Internasional sebagai vendor resmi penyelenggara sertifikasi. Ketua Program Studi SIA UBSI kampus Pontianak, Raja Sabaruddin, menegaskan pentingnya sertifikasi ini sebagai bekal mahasiswa di dunia kerja, bukan sekadar pelengkap nilai akademik.
“Sertifikasi ini bukan sekadar menambah nilai akademik, namun agar mahasiswa bisa mengikuti persaingan dunia kerja. Manfaatkan momen ini untuk berdiskusi secara maksimal,” ujar Raja Sabaruddin dalam rilis yang diterima, Kamis (12/6).
Pelaksanaan ujian sertifikasi dijadwalkan pada Sabtu, 26 Juli 2025, secara daring melalui platform Zahir Certification. Mahasiswa akan mengerjakan soal studi kasus selama dua jam dengan pendampingan dosen bersertifikat Zahir, serta mengikuti ujian pilihan ganda secara online. Standar kelulusan cukup ketat, yakni minimal nilai 80 untuk studi kasus dan minimal 61 untuk ujian online. Peserta yang belum memenuhi kriteria akan diberikan kesempatan remedial sebanyak satu kali.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan teknis terkait mekanisme ujian, termasuk prosedur pengiriman soal, akun lama yang masih aktif, serta kendala waktu bagi mahasiswa kelas malam yang bekerja. Lila Dini Utami memberikan penjelasan mendalam dan solusi fleksibel sesuai ketentuan dari vendor.
Selain menjadi pelengkap Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sertifikat Zahir ini juga menjadi salah satu syarat pengerjaan Tugas Akhir. Hal ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam menyusun portofolio kerja yang kompetitif.
Rachmat Adi Purnama selaku Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UBSI memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai bentuk nyata komitmen universitas dalam meningkatkan daya saing lulusan di dunia profesional.(Niken)