Dosen UBSI Kampus Pontianak Tampil di AIGTS, Pacu Guru Kalbar Melek Teknologi AI
BSINews, Pontianak – Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Pontianak menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung transformasi pendidikan di era teknologi melalui perannya dalam kegiatan Artificial Intelligence Goes to School (AIGTS). Kegiatan yang diselenggarakan secara daring oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) pada Jumat (19/7) melalui platform Zoom ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif pun kembali menegaskan komitmennya dalam upaya mencerdaskan bangsa melalui kolaborasi edukatif seperti ini.
Pada pelatihan ini, dosen UBSI Kampus Pontianak, Yoki Firmansyah, tampil sebagai pemateri utama. Ia membawakan sesi bertajuk “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Mendukung Kinerja Guru dalam Administrasi dan Pembelajaran di Kelas”. Sesi pelatihan berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para peserta.
Baca juga: Ketika AI Masuk Kelas, Dosen UBSI Ajak Siswa SMK Kenalan Sama Teknologi Canggih Buat Jualan Online
Melalui pelatihan ini, para guru diperkenalkan pada konsep dasar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), contoh penerapannya di dunia pendidikan, hingga praktik sederhana menggunakan platform berbasis AI. Yoki menegaskan bahwa AI bukan ancaman bagi profesi guru, melainkan mitra cerdas yang dapat mempercepat tugas administratif, memperkaya materi ajar, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif serta personal bagi siswa.
“AI tidak menggantikan peran guru. Justru, kehadiran teknologi ini dapat meringankan pekerjaan rutin dan membuka ruang bagi pengembangan metode belajar yang lebih kreatif,” ujar Yoki.
Ia juga memberikan berbagai contoh konkret pemanfaatan AI di ruang kelas, seperti penyusunan soal otomatis berdasarkan tingkat kesulitan, analisis hasil belajar siswa, penyusunan materi ajar visual, hingga perancangan sistem evaluasi yang efisien. Seluruh upaya tersebut bertujuan untuk membantu guru mengelola waktu dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Lebih dari sekadar berbagi pengetahuan, Yoki turut mengajak para guru untuk terus meningkatkan literasi digital serta terbuka terhadap perubahan. “Menjadi pendidik hari ini menuntut kita tidak hanya menguasai materi, tapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. AI adalah salah satu kunci untuk itu,” tambahnya.
Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan dan merasa semakin percaya diri dalam mengeksplorasi teknologi AI di lingkungan sekolah. Beberapa guru juga mengusulkan agar pelatihan lanjutan diadakan secara berkala untuk memperdalam pemahaman mereka.
Kegiatan AIGTS menjadi ruang reflektif penting bagi pendidikan di Kalimantan Barat. Kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan pemerintah dinilai krusial untuk mendorong percepatan transformasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Partisipasi UBSI Kampus Pontianak dalam kegiatan ini kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif yang aktif berperan dalam mencerdaskan bangsa melalui pemberdayaan pendidik.
“Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan bersama untuk membekali guru sebagai agen perubahan di era digital,” tutup Yoki.
Dengan semangat kolaboratif, pelatihan AIGTS diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas literasi teknologi di kalangan pendidik, serta memperkuat kesiapan guru dalam mengintegrasikan AI sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. (Yusna)