Ketika AI Masuk Kelas, Dosen UBSI Ajak Siswa SMK Kenalan Sama Teknologi Canggih Buat Jualan Online

1 113

BSINews, Jakarta – Bayangkan, kamu lagi duduk di kelas, eh tiba-tiba ada tamu datang bukan bawa jajanan atau traktiran, tapi malah ngajarin cara jualan online pakai kecerdasan buatan (AI). Bukan mimpi, tapi itu yang kejadian di SMK Jakarta Barat 1 pada Sabtu, 26 Juli 2025 kemarin.

Sekelompok dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dipimpin oleh Abdul Latif bareng tim solidnya yaitu Ahmad Fachrurozi, Irmawati, dan Siti Khotimatul Wildah nggak datang sendiri. Mereka juga gandeng dua mahasiswa, M. Dafla Habibullah dan Viktoria Fatima Inus. Misi mereka mulia, ngajarin anak-anak SMK cara ngiklanin produk lewat AI. Biar apa? Biar nggak kalah sama algoritma TikTok atau toko online sebelah yang feed-nya selalu estetik.

Baca juga: Digitalisasi Desa Meroket: UBSI Kampus Purwokerto Bekali Remaja dengan Skill Canva AI untuk Masa Depan Kreatif

Acara yang dikemas santai tapi berisi ini, jadi semacam jembatan dari dunia teori ke praktik langsung yang bisa dipakai anak-anak sekolah buat jualan. Serius, dari cara bikin caption Instagram yang bukan cuma “ready ya kak” sampai bikin background produk yang kinclong tanpa ribet edit di Photoshop. Semua dikupas tuntas!

“Nah, ini tuh AI, Nak. Kecerdasan buatan. Kalau dulu kita harus pusing-pusing ngetik satu-satu, sekarang tinggal klik dan deskripsi produk langsung jadi,” jelas Latif sambil menunjukkan aplikasi Pebblely dan Pixelcut. Dan anak-anak SMK? Mata mereka berbinar kayak habis dikasih bocoran jawaban UN.

Materi yang dibawakan juga nggak sekadar soal teknis. Ada pemahaman soal pentingnya strategi digital marketing, pemilihan tools yang sesuai kebutuhan, sampai kesadaran soal keamanan data. Nggak kalah penting, disinggung juga gimana pentingnya ngecek ulang hasil kerja AI. Soalnya, walaupun pintar, si AI ini tetap nggak ngerti selera pasar daerah yang suka pakai emoji cabe lima biji buat nunjukin pedasnya sambel.

Irmawati, salah satu pemateri, bahkan sempat ngelontarin pertanyaan yang bikin mikir: “Kalau kita bisa bikin promosi produk semudah bikin story, kenapa masih nungguin toko rame baru semangat jualan?” Dan sontak, beberapa siswa langsung angguk-angguk sambil nyatet tips yang dikasih.

Di akhir sesi, semua peserta ngisi kuisioner sambil rebutan angle terbaik buat foto bareng. Tentu saja bukan buat kenang-kenangan semata, tapi siapa tahu nanti bisa jadi konten pertama mereka saat mulai praktik jualan beneran.

Kegiatan ini bukan cuma sekadar pengabdian masyarakat yang formalitas, tapi benar-benar jadi ruang belajar yang relevan. Di zaman yang hampir semua hal bisa “di-otomatisasi”, ngasih bekal ke generasi muda biar bisa berdikari secara digital tuh bukan cuma penting, tapi wajib.

Baca juga: Rahasia Lulusan Unggul! UBSI Kampus Sukabumi Bocorkan Cara Kuasai IoT dan AI Lewat Bootcamp Eksklusif

Siapa sangka, di balik ruang kelas sederhana, hari itu bisa jadi momen yang membuka jalan baru buat anak-anak SMK Jakarta Barat 1, yaitu jalan menuju lapak online yang sukses, dengan AI sebagai kawan seperjuangan.

Dan siapa tahu juga, salah satu dari mereka nanti buka bisnis sendiri. Caption-nya cakep, background-nya rapi, SEO-nya jago. Lalu saat ditanya rahasianya, mereka bisa bilang dengan bangga, “Dulu diajarin dosen UBSI waktu sekolah.”(ACH)

1 Comment
  1. Deni Ariyan says

    jurnalnya bagus

Leave A Reply

Your email address will not be published.