Dari Ramayana Menuju Ruang Kuliah, Ketika Masa Depan Mampir ke Mall Cibitung Lewat Open Booth UBSI
BSINews, Bekasi – Di sebuah sore yang agak mendung dan sedikit lengket karena AC mall yang kalah melawan keringat pengunjung yang terlalu bersemangat, ada satu sudut di Mall Ramayana Cibitung yang agak berbeda. Bukan, ini bukan pojok diskon pakaian dalam atau cuci gudang sepatu bekas artis. Ini Open Booth Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cibitung, yang selama tiga hari penuh, tepatnya 11-13 Juli 2025. Jadi, tempat pelarian para pencari masa depan.
Iya, masa depan. Bukan ramalan bintang atau tarot, tapi masa depan yang dibangun dari keputusan paling manusiawi dan membingungkan, “Gue kuliah di mana ya?” Booth-nya memang sederhana, tapi atmosfernya mirip posko darurat untuk mereka yang kebingungan soal jurusan, beasiswa, dan kenapa IPK temen selalu lebih tinggi padahal kerjanya main ML di kelas.
Baca juga: UBSI Diserbu Pengunjung! Hari Kedua Open Booth di Bogor Penuh Semangat dan Kesempatan Emas
Tim dari UBSI Kampus Cibitung hadir dengan senyum yang tak cuma ramah, tapi juga penuh empati, maklum, mereka tahu, mencari kampus itu kadang lebih susah daripada nyari pasangan yang nggak ghosting.
Selama tiga hari itu, mulai dari jam satu siang sampai menjelang magrib, pengunjung datang silih berganti. Ada yang canggung, ada yang sudah yakin dari rumah mau ambil Sistem Informasi karena katanya bisa kerja di mana aja, bahkan ada juga ibu-ibu yang datang demi nanyain kelas karyawan buat anaknya yang udah kerja, tapi masih sering diledekin karena “belum sarjana”.
Yang bikin haru adalah bagaimana informasi disampaikan di booth itu. Nggak ada intimidasi pakai istilah teknis, apalagi brosur tebal yang bikin jenuh. Semua dikemas seperti ngobrol sama temen nongkrong, ditemani merchandise lucu dan senyum para tim PMB yang udah latihan sabar level dewa. Bahkan, seorang pengunjung bernama Dhea sempat bilang, “Informasinya lengkap banget, dan timnya ramah banget. Gue jadi ngerasa kuliah tuh bukan hal yang susah lagi.”
Dan yang paling menarik? Lokasi. Mall Ramayana Cibitung dipilih bukan karena nyari tempat ngadem, tapi karena memang strategis, yaitu ramai, mudah diakses, dan jadi titik temu generasi rebahan, emak-emak pejuang diskon, sampai anak muda yang lagi nyari jati diri dan, semoga juga jurusan kuliah.
Tentu saja, keberhasilan booth ini nggak cuma dilihat dari jumlah pendaftar yang datang bawa KTP dan harapan. Tapi juga dari suasana yang tercipta, diskusi yang hidup, tanya-jawab penuh rasa ingin tahu, dan tatapan-tatapan yang menyiratkan, “Akhirnya ada tempat buat gue tumbuh.”
Dan di sinilah esensi acara semacam ini bukan soal jumlah formulir yang terisi, tapi tentang rasa percaya diri yang tumbuh di dada para calon mahasiswa. Bahwa pendidikan tinggi itu bukan cuma buat mereka yang punya privilege, tapi juga buat siapa saja yang berani bermimpi, meski gaji masih UMR dan laptop sering overheat.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif paham benar soal itu. Mereka nggak hanya menyediakan kampus, tapi membuka pintu bagi masa depan yang lebih inklusif, lebih masuk akal, dan lebih dekat ke realitas banyak orang.
Baca juga: UBSI Kampus Tangerang Ajak Masyarakat Kenali Dunia Kampus Lewat Open Booth di TipTop Cimone
Jadi, buat kamu yang belum sempat mampir ke booth kemarin, santai. Informasi lengkap masih bisa kamu temui secara online, dan masa depan itu, meski kadang berliku masih bisa kamu kejar. Asal kamu mulai. Dan UBSI? Mereka siap nemenin dari langkah pertama. Ingat, kadang masa depan itu nggak muncul dari mimpi yang besar, tapi dari obrolan kecil di booth sederhana, di tengah hiruk-pikuk mall yang penuh diskon.(ACH)